Saat Bertemu dengan Delegasi Korsel, Kim Jong-un Tersenyum Palsu??

Abadikini.com, SEOUL – Wajah Kim Jong-un semringah. Pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut) itu melepas senyum hingga memperlihatkan barisan giginya yang rapi. Dia pun menjabat tangan Chung Eui-yong. Erat.

Momen langka itu terjadi di markas utama Partai Pekerja Korut di Kota Pyongyang Senin, (5/3/2018). Untuk kali pertama sejak lebih dari satu dekade terakhir, delegasi Korea Selatan (Korsel) yang terdiri atas 10 pejabat papan atas menginjakkan kaki di ibu kota Korut.

Dipimpin Chung, utusan Presiden Moon Jae-in itu ditemui langsung oleh Jong-un. Putra mendiang pemimpin Korut Kim Jong-il tersebut menyambut tamu-tamu kehormatannya bersama sang adik, Kim Yo-jong.

’’Mendengar dari delegasi selatan (Korsel) tentang rencana Presiden Moon Jae-in untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi, (Kim Jong-un) menanggapinya dengan positif dan menyambut baik wacana tersebut.’’ Begitulah laporan tertulis kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA), sebagaimana dilansir situs Korut, koreajoongangdaily, kemarin, Selasa (6/3).

Senin petang itu, Chung dan rombongannya lebih dulu menggelar pertemuan tertutup dengan para pejabat Korut. Di salah satu ruangan, mereka saling berhadapan di sebuah meja kotak.

Hubungan dua Korea menjadi agenda utama. ’’Ada diskusi tentang nuklir juga,’’ kata seorang pejabat Korut kepada CNN.

Setelah pertemuan formal itu, delegasi Korsel bergeser ke ruang makan. Di sana, Jong-un sudah menanti. Kepada pemimpin 35 tahun tersebut, Chung menyampaikan surat dari Moon.

Tepat pukul 18.00 waktu setempat, jamuan makan malam dimulai. Sambil menyantap hidangan, Jong-un dan orang-orang kepercayaannya berbincang dengan 10 utusan Korsel tersebut.

Sejak awal pertemuan, Jong-un memamerkan keramahannya. Jauh berbeda dengan gambaran yang ditangkap media tentang sosok orang nomor satu Pyongyang tersebut.

Sepanjang acara yang berlangsung selama 4 jam 12 menit itu, suami Ri Sol-ju tersebut lebih banyak tersenyum dan tertawa. Suasana di ruang makan markas utama partai pemerintah itu benar-benar hangat.

KCNA menyatakan bahwa pertemuan Jong-un dan delegasi Korsel berjalan lancar. ’’Kim Jong-un menyambut para tamunya dengan segenap hati. Mereka juga terlibat dalam dialog yang intim,’’ terang seorang perwakilan Pyongyang sebagaimana dilansir Associated Press.

Dalam kesempatan itu, menurut dia, Jong-un menyampaikan keinginannya untuk menulis sejarah baru tentang kerukunan nasional.

Juru Bicara Kantor Kepresidenan Korsel Kim Eui-kyeom mengatakan, pertemuan di markas utama partai pemerintah Korut itu tidak lepas dari peran Yo-jong.

Adik perempuan Jong-un itulah yang menjadi utusan Pyongyang dalam upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang bulan lalu. Saat itu dia bertemu dengan Moon dan menyampaikan surat tulisan tangan Jong-un untuk presiden 65 tahun tersebut.

’’Pertemuan di Pyongyang itu merupakan tindak lanjut lawatan Kim Yo-jong dalam perhelatan Olimpiade lalu,’’ ujar Eui-kyeom.

Dia menyatakan bahwa Chung dan rombongannya dijadwalkan kembali ke negerinya kemarin. Sebelum pulang, mereka akan kembali menggelar pertemuan formal dengan para petinggi Korut yang lain. Total, delegasi Korsel berada di Korut selama dua hari satu malam.

Rilis resmi Blue House, sebutan Kantor Kepresidenan Korsel, menyatakan bahwa pertemuan Chung dan Jong-un itu bukanlah akhir segalanya. Sebaliknya, pertemuan itu adalah awal dari rangkaian dialog yang panjang.

’’Yang terjadi dalam pertemuan itu adalah diskusi, bukan kesepakatan,’’ kata Eui-kyeom sebagaimana dikutip Reuters. Maka, Korsel tetap harus waspada menghadapi kemungkinan yang terjadi.

Di Kota Seoul, Moon mengungkapkan bahwa pertemuan Chung dan Jong-un itu penting bagi Korsel. Tapi, Korsel juga tetap harus menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat (AS).

Sebab, menurut dia, tujuan dialog dua Korea adalah merintis pertemuan langsung AS dan Korut terkait dengan nuklir. Akhir bulan lalu, Moon menyatakan kesanggupannya untuk berdialog dengan Jong-un asalkan situasinya memungkinkan.

’’Kita harus membicarakan perlucutan senjata nuklir di Semenanjung Korea dengan Korut. Tapi, pada waktu yang sama, kita juga harus meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan dalam menghadapi ancaman nuklir dan rudal balistik Korut,’’ papar Moon di hadapan para petinggi militer Korsel kemarin.

Bersamaan dengan itu, situs 38 North memublikasikan foto satelit fasilitas nuklir Korut. Dalam foto itu tampak adanya peningkatan aktivitas nuklir. Terlihat kepulan asap di sana.

Sejumlah pakar menduga, Korut sedang melanjutkan pengayaan plutonium. Dalam kadar tertentu, plutonium bisa diubah menjadi senjata yang mematikan. Jalan menuju damai memang masih terbentang panjang. (arkan.ak)

Sumber: Jpnn

Baca Juga

Back to top button