Ini Profil Keempat Calon Gubernur BI yang Dicalonkan Jokowi

Abadikini.com, JAKARTA- Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo akan memasuki masa pensiun pada Mei 2018. Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofyan Wanandi mengatakan sudah ada empat nama tokoh yang dipertimbangkan Presiden Jokowi sebagai Gubernur Bank Indonesia. “Ada empat nama yang masuk,” kata Sofyan di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Jumat, 9 Februari 2018.

Sofyan menyebutkan, keempat nama itu di antaranya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro; mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri; Gubernur BI saat ini, Agus Martowardojo; dan Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo.

Menurut Sofyan, pembahasan mengenai empat nama calon tersebut sudah dilakukan oleh Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Bahkan, kata dia, Presiden sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing calon.

Dari keempat nama tersebut, masing-masing memang sudah banyak terlibat dalam dunia perekonomian Indonesia baik dalam bidang moneter maupun finansial. Bahkan keempatnya, memiliki pengalaman yang juga mumpuni dalam bidang ekonomi.

Muhammad Chatib Basri

Muhammad Chatib Basri atau yang juga dikenal sebagai Chatib Basri lahir di Jakarta, 22 Agustus 1965. Ia menamatkan gelar sarjananya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada 1992. Ia kemudian melanjutkan pascasarjana di bidang Pembangunan Ekonomi di Australia National University. Di universitas yang sama pada 2001, ia berhasil menyelesaikan studi doktoralnya.

Selain dikenal sebagai dosen di Universitas Indonesia, Chatib juga pernah menjadi Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Bersatu II pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono pada 2013-2014. Sebelum itu, Chatib juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Penanaman Modal. Selain terlibat dalam struktur pemerintahan Chatib juga pernah menjadi bagian dari Ketua Dewan Penasehat Mandiri Institute dan juga menjadi Ketua Dewan Penasehat PT Indonesia Infrastructure Finance.

Bambang P.S. Brodjonegoro

Nama Bambang Brodjonegoro juga tak asing di mata publik. Ia dikenal sebagai salah satu profesor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Bambang yang lahir di Jakarta, 23 Oktober 1966 ini menamatkan kuliahnya di Fakultas Ekonomi dan Binis Universitas Indonesia pada 1990. Bambang memperoleh gelar masternya dari University of Illinois di Amerika Serikat pada 1995. Dua tahun kemudian dia juga berhasil meraih gelar doktor dari universitas yang sama.

Selain dikenal sebagai akademisi, di struktur pemerintahan Bambang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 2014-2016 pada Kabinet Indonesia Kerja pimpinan Presiden Jokowi. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan ketika kementerian itu dipimpin oleh Chatib Basri. Kini ia tengah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan/Bappenas.

Agus Dermawan Mintarto Martowardojo

Pria kelahiran Amsterdam, Belanda, 24 Januari 1956 ini saat ini merupakan calon petahana Gubernur Bank Indonesia. Sebelumnya, Agus juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan pada Kabinet Indonesia Bersatu II sebelum ia terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia. Sejak semula Agus dikenal sebagai bankir yang pernah menjadi Presiden Direktur dan CEO Bank Mandiri dan Direktur Utama Bank Permata serta Presiden Direktur Bank Bumiputera. Ia juga sempat menjadi Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional.

Di awal karirnya, Agus pernah bekerja di beberapa bank seperti Bank of America dan juga Bank Niaga. Selain itu, Agus tercatat pernah memimpin Dewan Penasehat Asosiasi Bank Indonesia. Ia kemudian juga pernah menjadi Ketua Dewan Pengurus International Islamic Liqudity dan Ketua Islamic Financial Services Board. Di domestik, Agus tercatat juga pernah memimpin Perhimpunan Bank Nasional dan Ikatan Bankir Indonesia.

Perry Warjiyo

Perry, pria kelahiran Sukoharjo, 25 Februari 1959 ini merupakan satu-satunya dari empat kandidat yang meniti karir awal dari Bank Indonesia (BI). Ia tercatat mengawali karirnya di Bank Indonesia sejak tahun 1984. Perry tercatat banyak menangani riset-riset ekonomi di BI pada bidang ekonomi dan kebijakan moneter, isu internasional, transformasi organisasi, strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa dan uang luar negeri. Sebelumnya ia juga tercatat pernah menjadi Kepala Biro Gubernur. Saat ini, ia masih menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk perumusan kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional di BI.

Pada tahun 2009, Perry sempat menduduki jabatan penting sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund, mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group. Selain berkarir di BI, Perry juga pernah menjadi dosen tamu di sejumlah universitas Indonesia. Pria yang menamatkan sarjana ekonomi dari Universitas Gadjah Mada ini, mendapat gelar master dan doktoralnya pada bidang Moneter dan Keuangan Internasional diperoleh dari Iowa State University, Amerika Serikat masing-masing pada tahun 1989 dan 1991.

(ak/tmp)

Back to top button