Menlu AS: “Rusia Harus Bertanggung Jawab Atas Serangan Senjata Kimia di Suriah”

Abadikini.com, WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa Rusia adalah negara yang patut disalahkan atas insiden serangan senjata kimia di Suriah. Washington bahkan ingin Moskow bertanggung jawab penuh atas kejahatan tersebut.

“Serangan baru-baru ini di Ghouta timur menimbulkan kekhawatiran serius bahwa rezim Suriah Bashar Al Assad mungkin terus melanjutkan penggunaan senjata kimia terhadap rakyatnya sendiri,” ujar Menteri Luar Negeri Rex Tillerson di Paris sebagaimana dikutip VoA.

Tillerson mengatakan sedikitnya 20 orang tewas hari Senin (22/01/2018) dalam serangan gas klorin di kawasan yang dikuasi pemberontak di East Ghouta, di dekat Damaskus. Ia mengkritik Rusia dan dukungannya pada rezim Assad.

“Siapapun yang melakukan serangan itu, Rusia memikul tanggung jawab utama atas korban di Ghouta timur dan warga Suriah lain yang tak terhitung jumlahnya yang menjadi sasaran senjata kimia sejak Rusia terlibat di Suriah,” ujar Tillerson dalam konferensi yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian tentang inisiatif menunjuk hidung mereka yang bertanggungjawab dalam serangan kimia itu.

Rusia mengatakan bahwa dia telah menjadi penyebab utama menghasut Suriah dengan menggunakan senjata berbahaya tersebut pada tanggal 21 Agustus 2013.

Dalam insiden Ghouta, diperkirakan setidaknya 1.729 warga sipil terbunuh.

“Ini jelas melanggar Konvensi Senjata Kimia (CWC) yang ditandatangani Rusia dan sekarang Rusia perlu dipertanggungjawabkan untuk itu.”

Tillerson, bersama beberapa menteri luar negeri dari Prancis, Jerman dan Turki, adalah yang melancarkan “International Partnership Against Impunity for Use of Chemical Weapons (Kemitraan Internasional Menentang Kekebalan Hukum atas Penggunaan Senjata Kimia) pada hari Selasa.

Lebih dari dua puluh negara yang peduli mendukung komitmen politik itu untuk berbagi informasi tentang upaya memberantas penggunaan senjata kimia di seluruh dunia.

Pertemuan yang diadakan di Paris adalah untuk mengidentifikasi sanksi dan tuntutan pidana yang harus diambil terhadap dalang serangan senjata kimia tersebut.

“Situasi saat ini tidak bisa berlangsung,” ujar Jean-Yves Le Drian, Menteri Luar Negeri Prancis. “Para penjahat yang menggunakan dan merancang senjata barbar ini harus tahu mereka tidak akan lolos dari hukuman,” tutur Le Drian dikutip Reuters.

Menteri Luar Negeri Amerika Tillerson meminta Rusia memastikan stok senjata kimia Suriah dihancurkan.

Sementara dalam kontra-reaksinya, Moskow mencela tuduhan tersebut dan menggambarkan tuduhan bahwa Washington sengaja berkomitmen untuk menyeret Rusia ke dalam kejahatan tersebut. (bob.ak/hidayatullah)

Baca Juga

Back to top button