Ampeka Kembali Menggelar Aksi di KPK dan Mabes Polri Terkait Kasus Upsus Pajale

Abadikini.com, JAKARTA – Puluhan massa Mahasiswa dan Pemuda yang tergabung dalam AMPEKA (Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Keadilan) kembali menggelar unjuk rasa di KPK dan Mabes Polri 19/01/2018. dalam mengusut kasus korupsi Upsus Pajale di NTB yang dinilai terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan program tersebut yang menghabiskan anggaran negara senilai Rp.285 Miliar.

Dalam pelaksanaan aksi tersebut, Korlap aksi Abdurrahman menyampaikan dalam orasinya bahwa “KPK atau Mabes Polri segera memanggil dan memeriksa serta melakukan transparansi kembali terkait aliran dana bantuan tersebut agar Kasus tersebut menemukan titik terang sehingga oknum yang terlibat dalam kasus tersebut bisa segera ditetapkan status hukumnya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya”.

Program Upsus Pajale yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Provinsi NTB merupakan program untuk meningkatkan swasembada pangan di Indonesia sehingga Kementa RI mengalokasikan anggaran yang cukup fantastis terhadap Dinas Pertanian Provinsi NTB. Namun pelaksanaan program ini menuai kecaman serta kemarahan masyarakat karena bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Bima adalah bibit jagung busuk yang tidak memenuhi standar apalagi kualitas dan pada akhirnya bibit jagung busuk tersebut dikembalikan lagi ke dinas pertanian kabupaten.

Program Upsus Pajale ini pun. Menurut hasil kajian yang dilakukan oleh AMPEKA, ada indikasi penyimpangan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB (Ir. Husnul Fauzi, Ms.i). Oleh sebab itu KPK atau Mabes Polri harus segera memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Pertanian NTB untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pangkas Abdurrahman.

Abdurrahman juga menegaskan bahwa, kasus ini akan tetap kami kawal sampai pihak penegak supremasi hukum menetapkan status hukum terhadap tersangka yang sudah kami laporkan melalui rilis yang kami sampaikan kepada KPK atau Mabes Polri. (leo.ak)

Baca Juga

Back to top button