Merasa PPP Masih dalam Kegelapan, Haji Lulung Berfikir Akan Pindah Partai ?

abadikini.com, JAKARTA – Konflik berkepanjangan yang melanda PPP membuat Abraham Lunggana (Haji Lulung) hilang kesabaran. Ketua DPW PPP DKI ini mengaku tengah mempertimbangkan untuk pindah partai.

Demikian disampaikan Haji Lulung saat berbincang dengan wartawan di kantin DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (20/11/2017).

“Ya (pindah partai), Karena (PPP) masih dalam kegelapan. Mereka sama-sama tidak mau menyudahi konflik. Semua masih dalam kegelapan. Kami bersama seluruh kader PPP di DKI tadi maunya istiqomah, tapi gimana? Gak ada pintu,” kata Haji Lulung.

Bahkan, Wakil Ketua DPRD DKI ini mengungkapkan, belakangan dirinya telah menerima tawaran dari sejumlah pimpinan Parpol. Diantaranya, dari pimpinan Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

“Pak SBY bilang, kalau (Haji Lulung) ditinggal teman lama, masih ada kawan baru. Pak Prabowo bilang, mari bergabung dan berjuang dengan saya (di Gerindra). Termasuk (ajakan) dari Zulkifli Hasan (Ketum PAN). Tapi sampai saat ini saya masih berusaha istiqomah, agar umat tak kecewa. Nanti, saya izin kepada umat dulu,” bebernya.

Karenanya, Haji Lulung mengaku, dalam waktu dekat dirinya akan menggelar sholat istikharoh terlebih dahulu, apakah itu (pindah Parpol) adalah yang terbaik.

“Akan tetapi, nantinya kalau pun pindah, saya akan memilih merapat ke partai berbasis Islam. Batin saya berbisik, tidak mungkin saya jauh-jauh dari umat,” tutur dia.

Selain itu, Haji Lulung juga mengungkapkan, terdapat permintaan dari sejumlah kalangan agar dirinya mencari calon legislatif menuju DPR RI.

Hanya saja, diakui Ketua DPP PPM ini, dirinya masih berkeinginan tetap terpilih di Pemilu 2019 untuk duduk DPRD DKI Jakarta. Tujuannya, demi mengawal kepemimpinan Anies-Sandi selama periode 2017-2022.

“Banyak juga yang minta saya ke DPR saja. Iya tapi siapa yang akan bela Anies Baswedan,?,” ucap dia.

Seperti diketahui, Haji Lulung merupakan salah satu politisi senior Ibu Kota yang pada Pilkada 2017 kemarin ikut berjibaku memenangakn pasangan Anies-Sandi.‎

Dia bersama kader Partai Ka’bah di DKI memilih membelot dan menolak mendukung penista Agama Islam, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sebagaimana perintah kubu Romy dan Djan. (bob.ak/ts)

Baca Juga

Back to top button