Subhan Murtadho: Partai Bulan Bintang Belum Batal Wudhu Dukung Bima Arya

abadikini.com, BOGOR – Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Bogor dipastikan akan kembali mengusung Bima Arya di pilwalkot Bogor 2018. Ini menyusul partai berlambang bulan sabit dan bintang itu mengaku masih memegang wudhu untuk mendukung rekannya di koalisi Pandawa Lima.

Baca Juga

“Yang pasti PBB belum ‘Batal Wudhu’ dengan partai koalisi secara politik dan organisasi,” kata Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kota Bogor, Subhan Murtadho saat dihubungi abadikini.com, Rabu (14/11/2017).

Menurut Subhan, hingga saat ini PBB masih konsisten untuk mendukung Bima Arya. Dalam artian, PBB tetap mengawal pemerintahan Bima sampai masa bakti selesai di 2018. Sementara, terkait pilwalkot 2018, PBB terus membangun komunikasi dengan mitra koalisi yang lalu, terutama dengan PAN, Gerindra dan Demokrat.

“Yang pastinya masing-masing partai tentunya punya mekanisme tersendiri. Bagi PBB dalam menghadapi pilkada 2018, jalan mengalir saja. Keputusan politik itu ada waktunya. Garis besarnya, kita masih terikat pada koalisi pilkada 2013-2018,” ujar alumni aktifis HMI itu.

Disinggung jika PBB tidak masuk dalam list gerbong petahana, Subhan merasa bahwa itu merupakan konsekuensi dalam berpolitik. Namun, yang pasti PBB tidak pernah meninggalkan kawan. Sedangkan kalau ditinggalkan itu bagian dari dinamika politik.

“Saya kira publik mengetahui bahwa PBB merupakan salah satu parpol yang menghantarkan pasangan Bima-Usmar pada pilkada periode lalu. Dulu PBB dilamar sama PAN, kalaupun sekarang mau dicerai sama PAN mungkin itu sudah menjadi kajian politik mereka. Perceraian itu sesuatu yang halal, tapi sangat dibenci sama Allah,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Subhan menambahkan, komitmen dan konsistensi dalam berpolitik itu menjadi landasan utama bagi Partai Bulan Bintang. Sehingga diharamkan bagi PBB untuk menjadi politisi yang berkhianat, dan hal ini sangat penting untuk dijadikan pembelajaran politik pada masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat dikorbankan perilaku politik, yang tidak mengedepankan etika dan nilai-nilai demokrasi dalam membangun bangsa dan negara,” pungkasnya. (iwan.ak)

Baca Juga

Back to top button