SBY Bertemu Jokowi, Gerindra: Supaya Tidak Seperti Dulu, 10 Tahun Tak Bertemu

abadikini.com, JAKARTA-  Pertemuan mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyona (SBY) dan Presiden RI Joko Widodo pada, Jumat (27/10) kemarin melahirkan berbagai spekulasi dari publik.

Tak sedikit yang beranggapan bahwa pertemuan SBY dan Jokowi memberikan signal bergabungnya Partai Demokrat ke Pemerintah, serta kabar koalisi PDI-P dan Demokrat di Pilpres 2019 mendatang.

Tak ketinggalan pula, politisi Gerindra Ahmad Riza Patria ikut mengomentari hal itu. Menurut Riza Patria, pertemuan SBY dan Jokowi itu sebatas pertemuan dua tokoh bangsa, yakni mantan Presiden dan Presiden.

“Baik Presiden, pejabat dengan mantan pejabat melakukan pertemuan itu biasa. Hal itu memang harus dilakukan secara terus menerus agar silaturahmi tetap terjaga,” kata Riza Patria kepada wartawan, Selasa (31/10).

[ads1]

 

Dikatakan pula, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang sangat patrialistik, dan selalu melihat sikap pemimpinnya. “Jadi pemimpin itu harus memberikan teladan dan contoh bagi masyarakat. Saya kira pertemuan itu baik dan harus dibudayakan,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II itu juga mengingatkan para pemimpin atau pejabat negara agar tidak menunjukan sikap atau contoh yang tidak baik seperti yang dilakukan pemimpin 10 tahun silang.

“Supaya tidak lagi seperti yang dulu, 10 tahun tidak ketemu. Itu kan saya kira tidak perlu lagi. Kita boleh berbeda sikap, berbeda keputusan, berbeda partai atau pun berbeda pilihan dalam demokrasi, tapi silaturahmi tidak boleh putus,” ucapnya.

“Sikap seperti itu berbeda dengan yang ditunjukan oleh Pak Prabowo Subianto. Meski kalah, dia tetap datang pada pelantikan Presiden, dan itu tak ada yang dilakukan Presiden sebelumnya,” tambah Riza Patria. (ak.fjr)

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close