Penutupan Kongres I Dimensi Centre, Ferry Iswan: Masyarakat Jangan Hanya jadi Objek Pembangunan

abadikini.com, JAKARTA – Jerih payah persiapan menyelenggarakan Kongres I Dimensi Centre nyaris selama sebulan dari bulan September hingga ditutup pada pekan terakhir Oktober 2017, akhirnya berbuah hasil. Kongres I Dimensi Centre secara resmi ditutup di The Acacia Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (26/10/2017).

Acara penutupan Kongres I Dimensi Centre yang mengambil tema “Kecerdasan Kolektif Masyarakat, Kunci Keberhasilan Pembangunan” dihadiri oleh berbagai unsur mulai dari pemerintah dan non pemerintah seperti Ormas/LSM, aktivis pergerakan, aktivis sosial dan juga sejumlah tokoh masyarakat ibu kota.

Pada kesempatan itu, Dimensi Centre juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak berupa Dimensi Award. Adapun yang menerima penghargaan Dimensi Award diantaranya Amir Hamzah pengamat kebijakan publik senior, Rico Sinaga Ketua FDKM DKI Jakarta dan Victor Napitupulu Direktur Ekskekutif LP2AD.

Direktur Eksekutif Dimensi Centre Ferry Iswan saat ditemui di sela-sela penutupan Kongres I Dimensi Centre mengatakan, kecerdasan kolektif akan mengantarkan masyarakat pada tataran berpikir yang inklusif, rasional, objektif dan kritis dalam memandang setiap persoalan.

Kata Ferry menjelaskan, dalam konteks pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur yang lalu, masyarakat akan menilai bahwa setiap Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur jelas akan berbicara tentang kepentingan rakyat, kepentingan bangsa dan negara sebagai suatu keharusan retorika dalam kampanye politik.

“Masyarakat ibu kota sebaiknya menyadari bahwa kepentingan pertama Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih adalah mempertahankan, memperbesar dan memperkuat kekuasaan yang sudah dipunyainya,” ujar Ferry.

Menurut Ferry, kekuasaan yang sebesar-besarnya dipergunakan untuk kepentingan rakyat jelas tidak dapat dipercayakan begitu saja kepada eksekutif saja tetapi juga kepada pihak-pihak yang bertugas dan berwajib mengawasi kekuasaan sepertinya misalnya DPRD (legislatif).

“Ini realisme politik elementer, yang kalau diabaikan, akan membawa kita langsung kembali ke situasi politik seperti pada kepemimpinan Gubernur sebelumnya dimana tidak ada harmonisasi dan check and balance antara eksekutif dan legislatif,” jelasnya.

Namun demikian lanjut Ferry, kecerdasan kolektif dibutuhkan bukan hanya untuk mengawasi kekuasaan. Kecerdasan kolektif diperlukan juga karena kebijakan yang baik dan benar haruslah diperjuangkan melalui kontes politik dan diuji dalam wacana politik yang terbuka untuk publik. Adalah naif sekali sekarang ini untuk masih percaya bahwa pemerintah bersama semua pembantu dan penasihatnya dapat merumuskan sendiri apa yang perlu dan tepat untuk segera dilakukan dalam politik, ekonomi, hukum, pendidikan dan kebudayaan pada saat ini.

“Dari sini Dimensi Centre ingin berupaya meningkatkan posisi tawar masyarakat agar tidak lagi menjadi objek pembangunan semata,” pungkasnya. (beng.ak)

Baca Juga

Back to top button