Sniper Siap Tembak Siapapun yang Teriak Allahu Akbar di Venesia

abadikini.com, JAKARTA – Polisi di Venesia diperintahkan untuk menembak siapapun yang berteriak ‘Allahu Akbar’. Hal ini disampaikan Walikota Luigi Brugnaro dilaporkan telah memerintahkan hal tersebut sebagai solusi atas ketakutan jika ada serangan teror.

Dikutip dari laman Metro.co.uk, Jumat, 25 Agustus 2017, perintah ini disambut dengan tepuk tangan oleh para petugas kepolisian tersebut.

“Siapapun yang berteriak Allahu Akbar di St. Mark Square boleh ditembak dengan senjata oleh para penembak jitu,” serunya.

Alasan Brugnaro memerintahkan hal tersebut untuk meningkatkan keamanan di wilayah tersebut dari ancaman teroris yang semakin mengerikan.

“Kita memiliki empat tersangka teroris yang ditangkap di Venesia beberapa waktu lalu. Mereka ingin meledakkan jembatan Rialto,” ucapnya.

Brugnano menyebutkan dengan langkah ini, para teroris bisa dengan cepat bertemu Tuhan. Hal ini sesuai dengan yang sering diucapkan para pelaku bom bunuh diri atau serangan teror lainnya.

“Mereka mengatakan ingin pergi dan bertemu Allah, maka kita akan mengirim mereka kepada Allah tanpa perlu melempar mereka dari jembatan. Kita hanya tinggal menembak mereka,” lanjut dia.

Perintah Walikota Venesia untuk segera menembak siapa saja yang meneriakkan “Allahu Akbar” untuk mencegah ekstremisme di Italia menjadi berita besar di media-media lokal maupun internasional.

Pihak Kedutaan Besar Italia di Jakarta pun memberikan keterangan atas pemberitaan tersebut. Mereka tidak mengetahui asal dari artikel ini.

“Kami tidak mengetahui mengenai kabar ini dan kami tidak bisa menegaskan apakah berita tersebut palsu atau sebenarnya terjadi,” ujar pihak Kedubes Italia, saat dihubungi wartawan, Jumat, (25/8/2017).

“Dapat kami pastikan bahwa tidak mungkin polisi bisa seenaknya menembak orang lain, hanya karena teriakan di mukan publik. Di Italia, kebebasan beragama dihormati 100 persen,” jelas pernyataan itu.

Seperti halnya negara di Eropa, Italia juga turut menerima ancaman serangan teror. Pada Maret lalu, tiga warga Kosovans dan seorang lainnya ditangkap di Italia usai berencana meledakkan jembatan ikonik Venesia, Rialto. Para anak muda tersebut rupanya sudah terkontaminasi paham kelompok radikal. (beng.ak)

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button