Yusril: Walau Sering Berbeda Pendapat, Namun Saling Menghormati

abadikini.com, JAKARTA – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-72 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Kamis (17/8/2017), sangat istimewa bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga

Pasalnya tampak terlihat dalam foto yang di unggah Ketua umum Partai Bulan Bintang Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra lewat akun twitter pribadinya @Yusrilihza_Mhd pada, Kamis (17/8/2017) sore itu Presiden Joko Widodo terlihat sangat senang sekali ketika bersalaman dengan Pakar Hukum Tata Negara itu.

Terlihat juga dalam Foto tersebut Keduanya antara Presiden Jokowi dan Yusril Ihza Mahendra Bersalaman dengat akrab dan saling melepas senyuman.

Yusril mengatakan, Walaupun dirinya sering kali berbeda pendapat dengan Presiden Jokowi, namun dirinya tetap saling menghormati.

“Walau sering berbeda pendapat, namun saling menghormati, lebih-lebih pada saat kita merayakan HUT Kemerdekaan RI,” ujar Yusril dalam akun Twitter pribadinya pada Kamis, (17/8/2017) sore.

Sebelumnya, Pakar Hukum Tata Negara itu kerap kali berbeda pendapat dengan Presiden Jokowi diantaranya yang terbaru adalah kaitan dengan kebijakan Jokowi dalam menerbitkan Perpu Nomor 2 tahun 2017  tentang Undang-Undang Ormas dan berujung pada pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

HTI menunjuk Yusril Ihza Mahendra sebagai Koordinator Kuasa Hukum dalam melakukan gugatan Perpu Ormas tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK) proses persidangan pun sampai dengan sekarang masih berlanjut bersama-sama dengan Juru Bicara HTI Ismail Yusanto. Bahkan Yusril pun berencana akan menggugat Perpu Ormas tersebut ke PTUN.

Tidak hanya Perpu Ormas, Yusril juga berbeda pendapat dengan pemerintah ketika Rapat Paripurna DPR RI memutuskan UU Pemilu tentang Presidential Threshold 20 persen atau syarat dalam pencalonan presiden 20 persen. Seketika itu juga DPR mengesahkan UU Pemilu Yusril pun langsung katakan bahwa dirinya kan segera menggugat UU Pemilu itu ke Mahkamah Konstitusi setelah di teken Perseiden Jokowi dan tercatat dalam lembaran negara. Sebab menurut Yusril PT 20 persen itu tidak relevan karena Pemilu 2019 di laksanakan secara serentak. (beng.ak)

Baca Juga

Back to top button