Anjay.. Prerayaan Kemerdekaan #RI72 di Istana Habiskan Anggaran 12,1 Miliar

abadikini.com, JAKARTA – Koordinator Investigasi Center Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman menila anggaran dana Rp 12,1 miliar yang di anggarkan oleh Kementerian Sekertaris Negara kurang tepat disaat negara alami defitit APBN.

“Kami menyayangkan, di saat berbagai pemberitaan menyebutkan defisit anggaran negara, pemerintah ternyata tidak sulit menghabiskan Rp 12 miliar untuk merayakan hari ulang tahun Indonesia. Dengan defisit APBN yang dimiliki, ini saatnya mengheningkan cipta untuk pengeluaran anggaran itu,” kata Jajang di Jakarta, Rabu (16/7/2017).

Pasalnya meenurut Jajang, sedikitnya terdapat 36 proyek atau program yang dijalankan istana terkait peringatan HUT RI. Berdasar data yang dianalisis CBA melalui satker istana kepresidenan, sejumlah program dianggarkan, mulai yang remeh-temeh, seperti pembuatan tanda petunjuk arah dan pembuatan tanda pengenal khusus, sampai jamuan snack makan.

”Tujuh proyek dilaksanakan dengan lelang sederhana, sisanya dengan pengadaan atau penunjukan langsung,” kata Jajang.

Jajang menjelaskan, secara keseluruhan, anggaran yang disiapkan Kemensetneg untuk perayaan HUT ke-72 sebesar Rp 12.182.967.000. Dari anggaran yang disiapkan itu, realisasi anggaran yang dihabiskan mencapai Rp 11.799.114.050. CBA mencatat, pos anggaran terbesar adalah kebutuhan suvenir.

”Pengadaan suvenir mencapai Rp 4 miliar lebih,” ujarnya. Jumlah itu, menurut Jajang, lebih besar daripada pengadaan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,84 miliar.

Selain itu kata Jajang, Terdapat beberapa proyek lain yang menguras anggaran terkait dengan makan dan minum plus jamuan snack yang mencapai Rp 1,2 miliar. Lanjut Jajang, kebutuhan sewa panggung, tata suara, dan CCTV serta live video jika dijumlah hampir menyentuh Rp 3 miliar. ”Sisa belanja lainnya terkait pakaian seragam petugas, pembelian ATK, serta alat kelengkapan lainnya,” ujarnya.

Menurut Jajang, dengan momentum yang dimiliki negara saat ini, seharusnya peringatan kemerdekaan RI dirayakan dengan sederhana. Itu dilakukan untuk menghormati para pahlawan yang rela berkorban untuk merebut dan mempertahankan NKRI. ”Terkesan secara implisit pemerintah mengajak rakyatnya untuk berbahagia, bereuforia, dan berpesta pora menghabiskan anggaran sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Jajang mengingatkan beban rakyat seperti utang negara yang kian menumpuk. Sampai Juni 2017 saja, utang negara sudah mencapai Rp 3.706 triliun. ”Ini belum ditambah defisit APBN yang tiap tahun semakin meningkat,” tandasnya. (gh.ak.jpg)

Baca Juga

Back to top button