Mathias Muchus Bicara Bela Negara di Hadapan Pelajar pada Workshop BNPT Video Festival di Ternate

abadikini.com, TERNATE – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan  Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Maluku Utara menggelar kegiatan Workshop BNPT Video Festival di Ternate, Maluku Utara, Rabu (9/8/2017), dengan menghadirkan aktor Mathias Muchus sebagai pemateri.

Workshop BNPT Video Festival merupakan salah satu metode yang dijalankan dari kegiatan Pelibatan Pemuda dan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme. Satu metode lainnya adalah Rembuk Kebangsaan: Perempuan Pelopor Perdamaian, sebuah upaya mengajak kelompok perempuan agar menyadari peran strategis yang dimilikinya dalam keikutsertaan melakukan pencegahan terorisme. Kegiatan yang sama sudah dan akan diselenggarakan di 32 provinsi se-Indonesia.

“Kenapa saya mau datang ke Ternate ini? Karena saya cinta Indonesia. Saya ingin adik-adik pelajar memiliki sensitivitas terhadap permasalahan bangsa dan mau terlibat dalam upaya pencegahannya,” kata Muchus mengawali presentasinya.

Muchus menambahkan, dia merasa bangga dengan antusiasme yang ditunjukkan pelajar di Ternate dalam keikutsertaan di kegiatan Workshop BNPT Video Festival.

[ads1]

“Dengan mengikuti kegiatan ini, adik-adik sudah menyiapkan diri untuk ikut membela bangsa dan gerakan radikal terorisme,” tambahnya.

Dalam paparannya aktor yang ambil bagian di film “Laskar Pelangi” dan “Sang Pemimpi” tersebut juga mengungkapkan, saat ini militansi anak muda dalam mencintai bangsanya mulai terkikis, di antaranya tampak dari sikap individualisme yang menguat.

“Kalau tidak individual, anak muda sekarang lebih suka hidup dalam grup-grup yang tak jarang bersikap intoleran. Bangsa Indonesia sangat majemuk, tidak seharusnya masyarakat di dalamnya bersikap intoleran,” tegas Muchus.

Mengenai Workshop BNPT Video Festival yang merupakan rangkaian lomba video pendek BNPT, Muchus menilai sebuah langkah jenius dalam melibatkan pelajar di pencegahan terorisme. Melalui kegiatan ini, dia menilai akan mampu mendorong munculnya kreatifitas pelajar dalam pengembangan diri.

“Masyarakat Indonesia sangat agamis, apapun agamanya. Saya yakin semua agama mengajarkan hal yang sama tentang pentingnya menjaga perdamaian dan keseimbangan alam,” pungkas Muchus. (beng.ak)

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close