Empat Fraksi Pendukung Presidential Threshord 0 Persen Walk Out

abadikini.com, JAKARTA – Rapat paripurna DPR RI menyepakati pengambilan keputusan revisi UU Pemilu disepakati dilakukan voting paket A atau B pada malam hari ini, Kamis (20/7/2017). Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) memutuskan untuk mundur dari pembahasan.

“Dalam proses pengambilan keputusan, malam ini kitas ampai tengah malam. Ada hikmahnya, tanpa ini kita tidak pernah saling ketemu. Oleh karena itu, kita hargai silaturahmi dan perbedaan. Kami atas nama fraksi, untuk tahapan berikutnya, pengambilan di forum paripurna kita tidak akan ikut dan tidak akan bertanggung jawab,” ujar sekretaris fraksi PAN, Yandri Susanto di gedung DPR.

Sementara Partai Gerindra, juga mengikuti langkah Partai Amanat Nasional (PAN). Upaya mundur dari pembahasan lantaran UU Pemilu dianggap penting oleh Partai Gerindra.

“Dengan hotmat maka kami fraksi Gerindra menyatakan tidak ikut dalam pengambilan keputusan ini. Proses pemilu presiden dan legislatif, semoga bisa dilakukan dengan cara baik. Kami harap persaudaraan dan persabahatan antar fraksi dan anggota semakin baik,” ujar Ketua Fraksi gerindra, Ahmad Muzani.

Selanjutnya, Partai Demokrat juga menempuh langkah serupa. Dengan dasar tak ingin menjadi parpol yang secara jelas melanggar konstitusi, mereka keluar dari ruangan rapat.

“Ketentuan ambang batas yang menjadi isu utama RUU pemilu, dipandang sebagai bentuk pengingkaran terhadap putusan MK. Kami Demokrat tak ingin menjadi parpol yang secara jelas melanggar konstitusi. Atas dasar itu, kami fraksi demokrat memutuskan untuk tidak ikut ambil bagian dan bertanggung jawab atas keputusan melalui voting,” ujar politikus Partai Demokrat, Benny K Harman.

Usai Partai Demokrat, lalu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga memutuskan untuk walk out (WO) usai mendengarkan pembacaan sikap fraksi oleh Al Muzammil Yusuf.

Setelah menyampaikan pandangan fraksi, seluruh anggota empat parpol tersebut keluar meninggalkan ruang rapat paripurna.

Tak ketinggalan tiga pimpinan yakni Fadli Zon dari Gerindra, Agus Hermanto dari Demokrat dan Taufik Kurniawan dari PAN meninggalkan meja pimpinan dan keluar meninggalkan ruang rapat paripurna.

Sebelum keluar, mereka pun menyalami Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang mewakili pemerintah. Ketua DPR Setya Novanto pun mengambil alih kursi pimpinan bersama Fahri Hamzah. (sl.ak)

Baca Juga

Back to top button