Donald Trump: AS akan tetap berlakukan sanksi atas Rusia

abadikini.com, JAKARTA – Sanksi Amerika Serikat atas Rusia terkait dengan aneksasi Krimea masih akan tetap diberlakukan, tegas Presiden Donald Trump. Hal itu ditegaskannya lewat pesan Twitter setelah bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di sela-sela pertemuan pundak G20 di Hamburg, Jerman, akhir pekan lalu.

Baca Juga

Trump mengatakan akan terlalu prematur untuk mempertimbangkan pengenduran ‘sampai masalah Ukraina dan Surah terselesaikan’. Dia juga menambahkan akan bekerja secara ‘konstruktif’ setelah pekan lalu bertemu dengan Presiden Putin.

Sementara itu Rusia menegaskan tidak akan mengubah kebijakannya di Ukraina dan Suriah karena sanksi tersebut.

“Kebijakan kami di Suriah dan Ukraina tidak pernah dan tidak akan ditentukan oleh tekanan sanksi yang diterapkan Amerika Serikat,” kata juru bicara parlemen untuk urusan internasional, Konstantin Kosachev seperti dilansir BBC News pada Senin (7/2)

Dia menjelaskan bahwa kebijakan AS atas Rusia tidak ditentukan oleh persyaratan hubungan internasional namun oleh ‘zig zag dari kebijalan dalam negeri AS dan konfrontasi antara Trump dan Kongres.”

Sementara itu gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat dan Rusia di kawasan barat daya Suriah berjalan dengan baik sepanjang Minggu (09/07). Para pegiat yang mengamati kawasan itu mengatakan tidak ada pertarungan maupun serangan udara dan beberapa kelompok pemberontak mengukuhkan suasannya tenang.

Perundingan sebagian ini tercapai menjelang babak baru perundingan damai yang Suriah disponsori PBB di Jenewa, Swiss, yang akan dimulai Senin (10/07).

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson, yang sedang berkunjung ke Ukraina, Minggu (09/07), sudah meminta Rusia agar mengambil ‘langkah pertama’ untuk megakhiri konflik separatis di sana.

Dia mengatakan bahwa sanksi atas Rusia akan tetap ‘sampai Moskow membalikkan tindakan-tindakan mereka’.

Perang di Ukraina -dengan aneksasi Rusia atas Krimea pada tahun 2014- dan dukungan militer pemerintah Moskow atas Presiden Suriah, Bashar al-Assad, menyebabkan ketegangan antara kedua negara. (gh/ak)

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button