Prof Romli Tantang ICW: Silahkan Ajak 357 Profesor Ajukan Keberatan Yang Argumentatif

abadikini.com, JAKARTA – Direktur Lembaga Pengkajian Independen Kebijakan Publik (LPIKP) Prof. Romli Atmasasmita tantang LSM penggiat anti korupsi Indonesia Corruption Watch (ICW) jika keberatan dengan seluruh data yang dibagikan lewat cuitan di taman Twitternya beberapa waktu lalu, soal buku ‘Sisi Lain Akuntabilitas KPK dan Lembaga Penggiat Antikorupsi ICW: Fakta dan Analisis. Ia tegaskan, silahkan sampaikan keberatannya bila perlu ajak juga  357 profesor guru besar KPK.

“Silahkan ICW keberatan atas isi bk ttg KPK dn ICW sampaikan isi keberatannya yg argumentatif gunakan 357 profesor jika perlu,” tantang Prof Romli di laman twitter pribadinya @rajasundawiwaha, Senin (3/7/2017).

Guru Besar Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung itu juga katakan, jika ICW anggap yang sudah ia ungkapkan tentang dana hibah KPK ke ICW bagian dari penghinaan atau pencemaran nama baik maka adukan saja ke pihak penegak hukum.

“Silahkan lapor polisi jika dianggap penghinaan/penxemaran; laporan sy juga ttg ks yg sm thdp eson cs blm dicabut,” ujarnya.

“bahkan sy ingin tahu bareskrim mau dahulukan ks eson cs atau ks buku LPIKP?,” sambung Prof Romli.

Prof Romli menjelaskan, dirinya adalah sponsor giat anti korupsi sejak UU itu terbit sampai dengan KPK tahun 2002 dan ikuti giat ICW sampai dengan sekarang. Ia tegaskan berdasarkan hasil kesimpulannya, ia menilai kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan LSM Indonesia Corruption Watch (ICW) yang dinilai telah menyimpang dari hittah awal pembentukan kedua lembaga tersebut. Hal ini yang membuat dirinya terpanggil turun gunung guna menjaga marwah reformasi 1998.

“Saya sponsor giat anti korupsi sejak uu sd kpk 2002 dn ikuti giat ICW sd skrng dan kesimpulan: hrs “turun gunung” untuk jaga marwah reformasi  1998,” tegasnya.

“Semula ragu untuk “turun gunung” krn sdh sepuh tapi keadaan sdh gawat darurat korupsi!,” pungkasnya. (sl.ak)

Baca Juga

Back to top button