Yusril: Keberadaan Organisasi Cendekiawan Sangat Penting

abadikini.com, MUSI RAWAS UTARA – Ketua Umum Partai Bulan Bintang Prof. Yusril Ihza Mahendra menghadiri Pelantikan Orda ICMI Daerah Musi Rawas Utara (Muaratara), Sabtu (10/6/2017).

Dalam sambutannya di acara pelantikan Orda ICMI Daerah Muratara, Yusril mengenang awal pembentukan ICMI. Dia mengatakan Mensesneg Murdiono memintanya menuliskan pidato presiden Suharto untuk meresmikan ICMI pusat.

“Yang kita lantik hari ini adalah pengurus ICMI Daerah Muaratara saya teringat suatu hari saya pada waktu itu bekerja di sekretariat negara dan pak moerdiono mensesneg pada waktu itu bilang pada saya ini besok malam pak Harto mau meresmikan ICMI sampean saja yang bikin pidato saya tidak ngerti kata pak moerdiono,” ucap Yusril dalam sambutannya, Sabtu (10/6/2017).

Yusril bercerita, pada sore hari menjelang pelantikan dirinya bertemu dengan Abdurrahman Wahid Almarhum Gus Dur. Gus Dur mengatakan dia tidak setuju dengan adanya ICMI. Menurut Gus Dur Cendekiawan tidak perlu diorganisir. “Cedekiawan kok diorganisir,” kata Yusril menirukan ucapan Alm Gus Dur.

Kemudian, Yusril menanggapi ucapan Alm Gus Dur. Yusril mengatakan sama saja dengan Nahdlatul Ulama (NU). ‘Ulama kok diorganisir” kata Yusril yang disambut dengan tawa oleh Gus Dur.

Yusril mengatakan keberadaan Organisasi Cendekiawan sangat penting. Menurutnya cendekiawan bukan orang yang memiliki sederet gelar akademik dari perguruan tinggi. Tetapi cendekiawan adalah orang yang yang merasa prihatin terhadap persoalan yang dihadapi oleh masyarakatnya, oleh bangsanya, oleh umat manusia pada umumnya dan dia berupaya dengan sungguh-sungguh mencari jalan keluar.

“Pada waktu kita mendirikan ICMI itu kita sepakati bersama cendikiawan bukanlah orang mempunyai sederet gelar akademik dari perguruan tinggi. Tapi cendikiawan adalah setiap orang yang merasa prihatin terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakatnya, oleh bangsanya, oleh umat manusia pada umumnya dan dia berupaya dengan sungguh-sungguh mencari jalan keluar memikirkan dengan sungguh-sungguh untuk mengatasi persolan-persoalan yang dihadapi itu,” kata Yusril.

“Cendekiawan itu orang yang berpikir sungguh-sungguh, dia mencari, dia menganalisis, dia merumuskan masalah-masalahnya dan kemudian dia carikan jalan keluar mengatasi persolan-persoalan itu maka seorang pejabat pemerintah pun sebenarnya haruslah seorang cendikiawan,” ungkap Yusril. (sp.ak)

Baca Juga

Back to top button