Mahasiswa Unair Surabaya Ciptakan Pembasmi Bakteri Toilet Dari Ekstrak Daun Sirih

 

abadikini.com, KESEHATAN – Kelima Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya membuat pembasmi bakteri toilet dari ekstrak daun sirih. Kelima Mahasiswa bernama Husniatul Fitriah, Malisda Irwantri Leonald, Hatif Indra Nur Septiyanti, Muhammad Aviv Addin, dan Rendha Kusumaning Kristiwi mereka menamai obat semprot karyamereka itu dengan nama Hezer.

Husniatul Fitriah salah satu dari kelima mahasiswa itu mengatakan, kami memutuskan untuk membuat obat semprot karena masalah sanitasi masih menjadi salah satu masalah terbesar kesehatan di Indonesia.

“Kami memutuskan untuk membuat obat semprot ini dalam proposal program kreativitas mahasiswa yang didanai Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi karena masalah sanitasi masih menjadi salah satu masalah terbesar kesehatan di Indonesia,” kata Husniatul, Selasa (6/6/2017).

Menurut Husniatul, berdasrkan data World Economic Forum bahwa kualitas toilet Indonesia berada pada peringkat 40 dari 140 negara dan bahwa toilet umum di Indonesia yang memenuhi standar kebersihan baru mencapai 50 persen. Ia katakan Bakteri-bakteri yang bersarang di toilet umum seperti E. coliS. aureus, dan K. pneumonia, ia menjelaskan.

“Herbal Sanitizer merupakan produk toiletries dengan ekstrak daun sirih yang ampuh membasmi bakteri dengan cara yang cukup praktis, yakni cukup disemprotkan pada dudukan toilet umum dilap bila perlu dan toilet umum bersih siap digunakan,” tutur Husnia.

Sementara Hatif Indra Nur Septiyanti mengatakan pembasmi bakteri berbahan ekstrak daun sirih itu punya kemampuan lebih besar untuk menghambat perkembangan bakteri.

“Daun sirih mengandung turunan fenol yakni kavikol dan kavibetol, yang memiliki daya antiseptik, antioksidan, dan fungisida dengan aktivitas antibakteri enam kali lebih efektif daripada senyawa flouride dan fenol biasa,” Hatif Indra .

Selain itu, Hezer dibuat dalam kemasan 30 mililiter sehingga praktis dibawa kemana-mana.

“Satu botol Hezer dapat digunakan hingga 30 kali. Hezer disemprotkan di lima titik dudukan toilet umum dengan jarak penyemprotan 25 cm dari permukaan dudukan toilet. Tunggu lima detik, maka dudukan toilet akan mengering dengan sendirinya dan siap untuk digunakan,” sambungnya.

Indra dan teman-temannya menjual Hezer dengan harga Rp16ribu per botol dan sudah menjual 152 produk Hezer ke konsumen di Jawa dan Sumatera. (st.ak)

Back to top button