Soal Isu Penyadapan Percakapan SBY-KH Ma’ruf, BIN: Hal Itu Menjadi Tanggung Jawab Ahok dan Kuasa Hukumnya

abadikini.com, JAKARTA – Badan Intelijen Negara (BIN) merespon isu pemberitaan terkait penyadapan. BIN menyatakan, cagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan penasihat hukumnya pada persidangan tidak menyebutkan komunikasi antara Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin dengan Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), apakah dalam bentuk komunikasi verbal secara langsung ataukah percakapan telepon yang diperoleh melalui penyadapan.

“Informasi tersebut menjadi tanggung jawab saudara Basuki Tjahaja Purnama dan penasihat hukum yang telah disampaikan kepada majelis hakim dalam proses persidangan tersebut,” kata Deputi VI BIN dalam siaran persnya yang diterima redaksi, Kamis (2/2/2017).

BIN mengatakan permintaan maaf Ahok kepada Kiai Ma’aruf dan permintaan maafnya pun sudah diterima. Ahok juga telah melakukan klarifikasi bahwa informasi yang dijadikan sebagai bukti dalam persidangan berita yang bersumber dari media daring liputan6.com edisi 7 oktober 2016.

BIN menjelaskan, berdasarkan Undang-undang nomor 17 tahun 2011 tentang intelijen negara, BIN merupakan elemen utama dalam sistem keamanan nasional untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan negara. Deputi VI menjelaskan dalam menjalankan tugas, peran dan fungsinya, BIN diberikan kewenangan untuk melakukan penyadapan berdasarkan peraturan perundang-undangan, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.

Namun, penyadapan yang dilakukan hanya untuk kepentingan penyelenggaraan fungsi intelijen dalam rangka menjaga keselamatan, keutuhan, dan kedaulatan negara yang hasilnya tidak untuk dipublikasikan apalagi diberikan kepada pihak tertentu.

“Melalui klarifikasi resmi ini, terkait informasi tentang adanya komunikasi antara ketua MUI dengan Bapak dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono yang disampaikan oleh kuasa hukum Bapak Basuki Tjahaja Purnama dalam persidangan tanggal 31 Januari 2017, maka bersama ini BIN menegaskan bahwa informasi tersebut bukan berasal dari BIN,” tutupnya. (sl.ak.aktual)

Baca Juga

Back to top button