Relawan Monga`e Bedah Rumah Reot Nenek Runi Kondiri

abadikini.com, JAKARTA – Rumah nenek Runi yang tadinya kumuh dan reot telah berubah menjadi kokoh, bersih dan terang. Rumah itu dicat warna kuning dan merah. Sedangkan teralisnya warna hitam. Rumah yang terdiri dari dua kamar tidur dan ruang tamu, juga dilengkapi teras dengan atap seng.

Ketua Relawan Monga`e Kabuparen Morowali Utara Alwun Lasiwua mengungkapkan proses bedah rumah milik Nenek Runi di Desa Wawopada, Kecamatan Lembo, Morut, Sulawesi Tengah, akhirnya rampung. Awalnya kami menargetkan merenovasi rumah itu selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu. Namun hingga Sabtu malam pekerjaan itu belum rampung sehingga harus dilanjutkan keesokan harinya.

“Para relawan yang berjumlah 30 orang lebih bekerja siang dan malam. Hal itu karena rumah yang diperbaiki itu nyaris dibongkar total. Hanya atap seng saja yang masih bisa dipertahankan,” kata Alwun Lasiwua kepada abadikini.com  ketika dihubung via sambung telepon, Senin (30/1/2017).

“Rumah yang tadinya kumuh dan reot telah berubah menjadi kokoh, bersih dan terang. Rumah itu dicat warna kuning dan merah. Sedangkan teralisnya warna hitam. Rumah yang terdiri dari dua kamar tidur dan ruang tamu, juga dilengkapi teras dengan atap seng,” sambung Alwan.

Alwan Juga mengungkapkan, biaya bedah rumah berasal dari sumbangan sukarela dari  Relawan Monga`e yang iya pimpin, sumbang tenaga serta sumbang media dan peralatan.

“Relawan Monga`e secara sukarela menyumbang bahan bangunan yang telah terkumpul beberapa hari sebelumnya. Ada yang menanggung semen, ada yang membawa pasir, seng, papan, paku, balok (lata), dan bahan bangungan lainnya,” ungkapnya.

Saat rapat evaluasi setelah usai rehab rumah nenek Runi, Minggu malam, di Wawopada pemimpin (tadulako) Monga`e Morowali Utara, Alwun Lasiwua, kembali menegaskan bahwa bedah rumah ini murni gotong royong para relawan. Tidak ada sponsor dari pihak lain.

“Saya berterima kasih kepada semua teman-teman yang sudah berpartisipasi. Kegiatan bedah rumah ini merupakan bagian dari rasa keprihatinan kita kepada sesama yang lebih menderita,” tegasnya.

Dalam rapat evaluasi setelah selesai kerja, Minggu malam, di Wawopada pemimpin (tadulako) Monga`e Morowali Utara, Alwun Lasiwua, kembali menegaskan bahwa bedah rumah ini murni gotong royong para relawan. Tidak ada sponsor dari pihak lain.

“Saya berterima kasih kepada semua teman-teman yang sudah berpartisipasi. Kegiatan bedah rumah ini merupakan bagian dari rasa keprihatinan kita kepada sesama yang lebih menderita,” kata Alwun.

“Menurut Alwun, kegiatan ini masih akan dilanjutkan dengan melakukan survei sebelumnya. Tentu saja tetap mempertimbangkan kemampuan para relawan karena kegiatan ini murni bakti sosial dan tidak menggunakan sponsor dari pihak lain,” sambungnya.

Nenek R. Kondiri atau biasa disapa Nenek Runi sebagai pemilik rumah itu tak kuasa menahan haru ketika rombongan relawan dan warga sekitar bergotong royong merenovasi rumah tempatnya berteduh itu berpamitan untuk meninggalkan kediamanya pada Minggu malam (29/1/2017).

Rumah Nenek R. Kondiri saat usai di bedah oleh Relawan Monga’e

Untuk diketahui Relawan Monga`e merupakan salah satu kelompok masyarakat di Morowali Utara yang mendukung dan ikut memperjuangkan pasangan Bupati/Wakil Bupati Aptripel Tumimomor dan Moh. Asrar Abd. Samad pada pilkada Morut 2015 lalu. Sampai kini relawan ini tetap eksis dan telah melaksanakan bakti sosial di berbagai tempat.

Relawan Monga`e juga aktif mengunjungi situs-situs bersejarah di wilayah Morut sekaligus melaksanakan upacara bendera setiap Hari Kemerdekaan.  Pada 17 Agustus 2016 lalu, mereka menggelar upacara bendera dalam bahasa Mori di Benteng Matanda`u yang terletak di wilayah Desa Sampalowo, Kecamatan Petasia Barat. (spr/ak)

Back to top button