Ingin Cetak Tahfiz Qur’an, Yusril Bangun Pesantren di Bogor

abadikini.com – JAKARTA – Menyandang gelar profesor tak lantas membuat Yusril Ihza Mahendra hanya berkutat di dunia hukum saja. Suami dari Rika Kato Mahendra ini rupanya memiliki cita-cita yang mulia. Dia kini mulai membangun sebuah pesantren di Bogor.

“Sebagai praktisi tata negara, tidak sanggup menjadi hafal Alquran. Meskipun setiap hari dihadapkan dengan hafalan hukum, tapi saya harus tinjau lagi (Alquran, red),” ujar Yusril saat meresmikan ruang belajar di Pesantren Tahfidz Alquran Darul Ulum, Lido, Muara Ciburuy, Cigombong, Kabupaten Bogor, kemarin (12/12/2016).

Di hadapan ribuan santri, pakar hukum dan tata negara itu mengaku bangga bisa menjaga dan berada di tengah-tengah para penghafal Alquran di era sekarang.

Menurutnya, penguatan pondok pesantren harus turut didukung oleh berbagai pihak, terutama umat muslim. Itu kemudian menjadi musabab Yusril kukuh ingin membangun pondok pesantren di Cigombong.

“Perkuat pesantren moderen yang sudah ada. Karena kapasitas pesantren tidak sanggup menampung. Kita cari di dekat sini tanah dan bersinergi dengan pesantren,” akunya.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu menambahkan, umat muslim di Tanah Air selayaknya menjaga dan turut meningkatkan jumlah Hafiz (penghapal) Alquran. Juga turut melestarikannya dengan menyediakan lembaga-lembaga pendidikan agama seperti pesantren.

“Kita masih kurang banyak hafiz, agar tidak mengalami distrorsi terus dijaga dan melestarikannya,” tagasnya.

Pernyataan Yusril diamini pimpinan Pesantren Tahfidz Alquran Daarul Uluum Lido, Mudirul Ma’had KH Muhammad Yazid Dimyati.

Yazid mengatakan, saat ini Indonesia butuh figur muslim yang peduli pendidikan pesatren. Karena itu, kehadiran mantan Menkumham ini menambah energi baru.

“Jadi tidak hanya politik saja. Begitu intens peduli terhadap umat Islam. Itu juga ia buktikan dengan mendirikan masjid di luar negeri juga,” ujarnya.

Dengan demikian, kata Yazid, nilai antara keislaman dan politik bangsa dapat menyatukan umat. Sehingga kehadiran Yusril dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW di pesantrennya kemarin adalah mempelajari jihad Rasulullah dalam konteks zaman sekarang.

“Kondisi perpolitikan dahwah muslimin di negeri ini. Kami ingin diberi wawasan,” tandasnya. (sp.ak.jpn)

Baca Juga

Back to top button