Berkat Ini Lettu Abdi Selamat dari Kecelakaan Helikoptrer

abadikini.com – TARAKAN – Lettu (Cpn) Abdi Darnain ditemukan pingsan namun masih bernyawa diantara puing-puing helikopter TNI yang jatuh. Lelaki asal Medan, Sumatera Utara (Sumut), ini mengalami patah pada kaki kanan, luka pelipis, luka lecet pada tangan dan badan serta kaki. Dia juga mengalami dehidrasi. Sekitar 75 jam lamanya Abdi Darmain tak makan dan minum.

Abdi merupakan satu dari lima penumpang Helikopter Bell 412 EP milik Penerbangan TNI AD (Penerbad), yang hilang kontak dan jatuh di daerah Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Jumat (25/11/2016). Saat kejadian, helikopter itu dalam perjalanan untuk mengirim logistik bagi pasukan pengamanan perbatasan RI-Malaysia.

Kakak ipar Abdi, Ridawati mengatakan, keluarga sebenarnya sudah pasrah begitu mendengar kabar heli yang ditumpanginya jatuh di perbukitan dan jurang yang berada di Desa Long Sulit, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimatan Utara (Kaltara).

“Musibah kecelakaan pesawat, atau helikopter, sangat jarang ada yang selamat. Kami hanya bisa berdoa dan berharap kuasa Allah. Dan alhamdulillah, doa kami sekeluarga, juga doa orang‑orang yang sayang dan peduli pada adik kami, dikabulkan,” ujar Rida usai menjenguk Lettu Abdi di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Tarakan, Senin (28/11/2016).

Dia bercerita, Abdi merupakan anak yang berbakti pada keluarga dan orangtua. “Allah Mahabesar. Ini, sekali lagi, mukjizat. Pertanda kebesaran Allah. Tapi barangkali Abdi selamat karena sikapnya selama ini. Dia anak yang baik. Sangat sayang pada ibu kami,” ucapnya.

Rida mengisahkan, satu bulan lalu ibu Abdi jatuh sakit dan sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bunda Thamrin, Medan. Saat itu, Abdi sedang mengikuti pendidikan untuk kenaikan pangkat.

“Sebenarnya dia tidak boleh pulang. Tidak boleh cuti. Tapi dia ngotot pulang. Dia bilang, tidak naik pangkat tidak apa‑apa asal bisa merawat ibu. Akhirnya dia diizinkan pulang ke Medan,” jelas Rida.

Abdi merawat ibunya sampai sembuh. Nyaris 24 jam dia berada di rumah sakit.

“Pendeknya semua keperluan ibu dia yang urus. Bahkan sampai urusan memandikan ibu, mengganti baju, sampai membersihkan kotorannya, Abdi yang melakukan. Setiap hari di rumah sakit dia mengaji dan berdoa untuk kesembuhan ibu. Setelah ibu membaik dan keluar dari rumah sakit, dia baru pulang ke Kalimantan,” kata Rida.

Tatkala mendengar helikopter yang membawa Abdi kecelakaan dan hilang di hutan Kalimantan, keluarganya di Medan, syok. “Ibu menangis dan tidak putus‑putus berdoa. Barangkali doa ini didengar Allah. Doa ibu untuk anak yang saleh dan berbakti,” ujar Rida.

Diketahui Lettu CPN Abdi Damain memiliki seorang istri bernama Nina Zahrina dan anak yang baru berusia tujuh bulan. Sehari sebelum helikopter hilang kontak, Nina, menulis kalimat “Menunggumu cintaa #efekrinduuabi” di dinding akun Facebook, miliknya. Nina bekerja sebagai guru di Aceh. (azw.ak)

Baca Juga

Back to top button