Politisi PBB Sumenep Tuding Disnak Minim Sosialisasi PHT Bluto

abadikini.com SUMENEP – Pasca Pemerintah Kabupaten Sumenep relokasi pasar hewan bangkal menuju Pasar Hewan Terpadu, Desa Pakandangan Sangrah, Kecamatan Bluto Sumenep, Madura Jawa Timur, Kamis (20/10/2016) menimbulkan persoalan tersendiri.

Akibat minimnya soaialisai dari Dinas Peternakan  Sumenep tentang relokasi Pasar Ternak Terpadu yang baru di Kecamatan Bluto, mengakibatkan pedagang kambing di pasar hewan bangkal, Desa Bangkal, Kecamatan Kota, Sumenep, Madura, Jawa Timur, tak mau pindah, hal ini mendapat sorotan dari anggota dewan setempat.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Badrul Aini menuding Dinas Peternakan (Disnak) setempat minim sosialisasi terhadap para pedagang.

“Disnak kurang sosialisasi, sehingga pedagang kurang yakin untuk berpindah lokasi,” katanya, Kamis (20/10/2016).

Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, para pedagang banyak tidak tahu terhadap kebijakan pemerintah. Selain itu, mereka masih merasa kurang yakin ketika berpindah tempat akan mempengaruhi pendapatan mereka.

“Nah itu tugas eksekutif untuk meyakinkan perdagang,” tegasnya.

Dia Bandrul Menegaskan, kedepan eksekutif harus memberikan trobosan baru. Sehingga pasar yang baru itu bisa ramai pengunjung.

“Sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan. Cuma selama ini masih belum ada gerakan yang dilakukan,” tegasnya.

Sebelumnya, Kadisnak Sumenep, Arief Rusdi mengakui bertahannya sebagian pedagang itu karena belum mengetahui jika hari ini pasar kambing dan sapi itu direlokasi.

“Tapi ini cuma sebagian kecil saja. Kami terus memberikan pemahaman pada mereka agar pindah ke Bluto,” jelas Arief singkat Kamis, (20/10/2016). (sp.ak)

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button