Facebook Ingin Messenger Jadi Alat Komunikasi Andalan

abadikini.com, JAKARTA – Facebook mempunyai ambisi besar pada 2016. Situs jejaring sosial itu berambisi menghapus semua nomor telepon di seluruh dunia. Semua nomor itu ingin mereka gantikan dengan layanannya Facebook Messenger.

Vice President of Messaging Product Facebook, David Marcus, mengatakan selama ini orang-orang kesulitan menghubungi seseorang, lantaran harus mengetahui dan hafal nomor tersebut. Dikatakannya, nomor telepon menjadi kendala besar, apabila ada sesuatu yang genting, tapi kita tak tahu nomor telepon yang ingin dituju.

‎Maka dari itu, Marcus ingin semua beralih ke sebuah layanan pesan instan Facebook Messenger. Sebab, pada layanannya itu tersedia segala bentuk alat komunikasi dalam bentuk modern, tanpa perlu mengingat nomer telepon.

“Dengan Messenger, kami menawarkan semua gaya komunikasi dan yang lama dihilangkan. Anda dapat mengirim pesan teks, tapi juga bisa mengirim stiker, foto, video, klip suara, GIF (Graphics Interchange Format), lokasi, dan mengirim uang. Anda juga dapat melakukan panggilan suara atau video tanpa perlu tahu nomor telepon seseorang, hanya perlu orang yang punya akun Facebook yang menggunakan Messenger,” tulis dia di News Room Facebook, Jumat (8/1/2016).

Menjelang akhir tahun 2015, dilaporkan pengguna Messenger sudah mencapai 800 juta orang. Angka itu dinilai fantastis, karena Marcus, menganggap orang-orang sudah menempatkan Messenger sebagai alat komunikasi, baik untuk pribadi maupun bisnis.

“Ini adalah angka yang bagus, tapi kami percaya kami memiliki lebih banyak kesempatan di depan dan ini masih hari-hari awal Messenger,” ungkap Marcus.

Untuk itu, melihat potensi pertumbuhan Messenger, Facebook sesumbar ingin memberangus nomor telepon, agar semua beralih‎ ke alat komunikasi yang lebih modern dan efisien lagi.

“Kami membuat Messenger menjadi lebih cepat, mengenalkan video calling, kemampuan untuk menyesuaikan percakapan untuk keperluan bisnis ataupun pengalaman pribadi,” tuturnya. (andi.ak)

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker