Johan Budi Optimis Dengan Pimpinan KPK Baru

abadikini.com, JAKARTA – Johan Budi, Mantan pelaksana tugas (Plt) pimpinan KPK menegaskan penanganan perkara di KPK tak boleh berhenti. Pimpinan baru harus tetap melanjutkan proses penyidikan perkara di KPK.

“Penanganan di KPK nggak ada yang pernah berhenti, pasti ada yang dilimpahkan. Periode (pimpinan jild) 1 ke 2, 2 ke 3 dan seterusnya,” kata Johan Budi usai menghadiri pengambilan sumpah jabatan pimpinan baru KPK di Istana Negara, Jl Veteran, Jakpus, Senin (21/12/2015).

Johan optimistis lima pimpinan baru yakni Agus Rahardjo (ketua), Basaria Panjaitan, Alexander Marwata, Laode M Syarif, dan Saut Situmorang bisa bekerja optimal. “Saya optimis juga mereka akan membuat KPK lebih maju lagi,” tutur Johan.

Dia juga menepis pimpinan KPK jilid 3 ‘cuci gudang’ perkara. Sebab dalam hitungan hari, KPK mengumumkan penetapan tersangka sejumlah orang di antaranya Dirut Pelindo II RJ Lino dalam pengadaan quay container crane (QCC) tahun 2010, Choel Mallarangeng menjadi tersangka kasus proyek Hambalang, Dudung Purwadi Direktur Utama PT DGI menjadi tersangka wisma atlet SEA Games dan dua orang swasta tersangka korupsi alkes.

“Proses itu sudah sebelumnya sudah lama dan ada beberapa kali gelar perkara memang belum sempat diumumkan. Nggak ada cuci gudang,” katanya.

Johan mengingatkan agar pimpinan KPK mencermati modus operandi korupsi yang terus berkembang. Selain itu kesolidan pimpinan KPK juga harus ditunjukkan. Pemerintah dan DPR memang harus menunjukkan dukungan politiknya agar pemberantasan korupsi tak melemah.

“Tahun ke depan modus operandi korupsi makin canggih dan kedua capacity building lebih ditingkatkan dan ketiga tanpa komitmen yang sama, apakah presiden, apakah DPR terkait pemberantasan korupsi sehebat apapun saya kira tak akan berhasil jadi perlu komitmen juga,” ujar Johan.

Mantan pimpinan KPK jilid 3, Zulkarnain juga berpesan agar pimpinan baru KPK tidak hanya memprioritaskan upaya pencegahan korupsi. Penindakan sangat penting untuk menghukum para koruptor.

“(Penindakan-pencegahan) harus simultan. Pencegahan bisa dilakukan secara masif dengan melibatkan kementerian/lembaga pusat, daerah. Penindakan penting, sebab yang main-main perlu dipukul,” kata Zulkarnain. (udin.ak)

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker