Indonesia Bersedia Menjadi Mediator Sengketa LTS

abadikini.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia menyatakan bersedia jika diminta sebagai mediator atau dalam penyelesaian sengketa Laut Tiongkok Selatan (LTS) di antara negara-negara pengklaim, termasuk beberapa negara anggota ASEAN.

Direktur Mitra Wicara dan Kerja Sama Intrakawasan ASEAN Kementerian Luar Negeri Derry Aman mengatakan kesiapan Indonesia untuk menjadi mediator dalam jumpa pers di kantor Kementerian Luar Negeri di Jakarta.

“Indonesia akan siap untuk menjadi mediator dalam sengketa LTS, tetapi untuk berperan sebagai penengah, masing-masing pihak yang berkepentingan harus berinisiatif mengundang, “ kata Derry di kantonya kamis, (12/11/2015)

“Kita sudah mengetuk, tapi pintu belum terbuka,” sambung Derry.

Derry mengatakan Indonesia telah menawarkan diri untuk menjadi mediator, baik kepada Tiongkok maupun negara-negara pengklaim di kawasan ASEAN, yakni Filipina, Malaysia, Vietnam, Thailand, Kamboja, Brunei Darussalam, namun belum ada jawaban dari pihak mereka.

Oleh karena itu, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-27 di Kuala Lumpur pada 21-22 November 2015, Indonesia akan terus menyerukan semua pihak yang terlibat untuk mengupayakan perdamaian dan kestabilan di wilayah LTS.

“Kita akan terus call on all parties (menyeru semua pihak) untuk tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan ketegangan dan menghormati teritori masing-masing,” kata  Derry.

Lanjut Derry posisi Indonesia konsisten dan tidak berubah dalam mengutamakan keamanan dan kestabilan di LTS, serta mengupayakan implementasi penuh tata laku (COC) di wilayah tersebut.

“Perlu diingat juga bahwa COC dan deklarasi tata laku (DOC) bukan merupakan instrumen penyelesaian sengketa, namun dalam rangka menjamin freedom of navigation (kebebasan melintas di perairan internasional) dan perdagangan internasional,” jelas Derry. (udin.ak)

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker