Yusril Tanggapi Urgensi Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

Dalam Pasal 9 Peraturan Presiden (Perpres) Nomer 107 Tahun 2015 Tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasana dan Sarana kereta capat Jakarta-Bandung, Menteri Perhubungan mendapatkan kewenangan menetapkan konsorsium BUMN atau perusahaan patungan dalam proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

“ Dengan keretas cepat diharapkan perekonomian akan berkembang dengan lebih mudahnya akses daerah-daerah koridor tersebut,” ujar Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo usai penandatanganan Joint Venture Agreement konsorsium BUMN Indonesia dan Tiongkok di Jakarta, Jumat (16/10/2015).

Ketua Umum Partai Bulan Bintang Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra menanggapi URGENSI Mega Proyek Kereta cepat Bandung Jakarta tersebut dalam twitternya, Yusril Ihza Mahendra (@Yusrilihza_mhd) sbb:

“Saya ingin bertanya barangkali ada yg bisa menjelaskan apakah memang urgent membangun kereta api cepat yg menghubungkan Bandung-Jakarta?”

“Apakah dengan jalan tol cipularang, kereta api yang ada sekarang dan pesawat yg terbang Jkt-Bdg pp msh blm cukup dan blm memuaskan?”

“Pertanyaan tentang urgensi ini perlu dijelaskan karena biaya pembangunan kereta cepat itu biayanya 5 milyar dolar AS atau 78 trilyun”

“Biaya itu bukan berasal dari pengalihan subsidi bbm melainkan setoran equity 25% konsorsium 4 BUMN senilai hampir 19 trilyu”

“Sementara sisanya 75 persen berasal pinjaman dari China kepada 4 BUMN tsb yang harus dilunasi selama 60 tahun”

“Kontraktor pembangunan kereta cepat itu adalah pihak China sendiri yg mungkin nanti akan bawa tenaga kerja dari China pula”

“Kalau kontraktor itu lalai atau wanprestasi mengerjakan proyek keretacepat itu, apa yg akan terjadi dg pinjaman kpd konsorsium 4 BUMN itu”

“Yang namanya utang ya tetap utang yang harus dicicil utang pokok plus bunganya jika telah jatuh tempo”

“China tdk akan mau pusing dengan kelalaian kontraktornya sendiri, sengaja atau tidak sengaja, yg namanya utang ya harus bayar”

“Kalau tak mampu bayar bukan mustahil China akan akuisisi saham ke 4 konsorsium BUMN tsb. Maka China mulai kuasai BUMN kita”

“Itulah model “investasi” China ke negara kita sekarang ini. Layakkah mereka disebut sebagai investor?”

“Demikian pertanyaan saya. Sekedar koreksi twt sblmnya, investasi pembangunan keretacepat itu 5,5 milyar dolar atau setara Rp 78 trilyun.” (udin.ak)

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker