NasDem Bubarkan Diri , Yusril Sebut Beda Konteks Dengan Masyumi

Jakarta, abadikini.com  Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Al-Azhar Jakarta, Rahmat Bagja, menyatakan dalam literatur sejarah partai politik, baru ada satu partai politik yang secara resmi membubarkan diri dan satu partai politik lagi dibubarkan oleh pemerintah berkuasa.

“Adalah Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia atau Masyumi yang secara resmi membubarkan diri. Satunya lagi Partai Komunis Indonesia (PKI) dibubarkan pemerintah tanpa melalui jalur pengadilan,” kata Rahmat Bagja, di Pressroom DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/10).

Menurut Rahmat, kalau Partai Nasional Demokrat (NasDem) benar-benar membubarkan diri sebagai respon terhadap dua orang elitnya yang menjadi tersangka maka Partai NasDem akan tercatat sebagai partai kedua yang secara resmi membubarkan diri.

“Tiru saja Partai Masyumi,” sarannya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Partai Bulan Bintang  Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra melalui  twitnya @Yusrilihza_Mhd

“Konteksnya jauh berbeda dg Masyumi”

“Masyumi dipaksa membubarkan diri karena mereka menentang Nasakom dan demokrasi terpimpin Sukarno”

“Karena menengang, Sukarno keluarkan Penetapan Presiden No 200/1960 judulnya “Pembubaran Masyumi”

“Dlm Penpres itu dikatakan jika 17/8/1960 masyumi tdk membubarkan diri, maka Pemerintah akan menyatakannya terlarang”.(udin.ak)

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker