Wow! Dianggap ada Unsur Politis dan Radikal, Film 212 Tak Boleh Tayang??

Abadikini.com, JAKARTA – Film terbaru berjudul ‘212 The Power of Love’, sepertinya mengalami banyak kesulitan. Mulai dari perizinan lokasi syuting, mendapat jatah layar yang sedikit, sampai yang terbaru mendapatkan penolakan tayang di beberapa daerah di Seluruh Indonesia.

Salah satu daerah yang menolak untuk ditayangkan film ini adalah Manado, Palangkaraya, dan beberapa daerah lain lagi. Banyak dari mereka yang menolak film ini, karena menduga film ini mengandung unsur politik dan paham radikal.

Mengetahui hal tersebut, salah satu aktor utama dari film ini, yaitu Fauzi Baadilla menganggapnya hal itu sesuatu yang wajar, karena kondisi Tanah Air saat ini sedang memanas.

“Iya, film ini memang ditolak di berbagai daerah mungkin, karena hawa-hawanya di Indonesia yang agak-agak panas. Banyak perbedaan banyak kejadian, banyak kepentingan. Jadi, ya mungkin terkena imbasnya. Tetapi, menurut saya pribadi itu wajar-wajar saja, karena semua berbeda dan enggak bisa dipaksa juga,” kata Fauzi, saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, pada Selasa, (15/5/2018).

Kabarnya, bentuk penolakannya pun tak main-main, hal tersebut dikonfirmasi oleh Fauzi Baadilah. Dia menyebutkan, ada surat edaran yang melarang menonton film tersebut.

“Pencekalannya ada yang menolak ditayangkan, ada yang nonton tapi dikawal. Saya sempat lihat juga di awal terus berita-beritanya ada surat edaran dari pihak-pihak mana, saya kira wajar sih mengingat belakangan memang suhunya (kondisi Indonesia) panas,” jelasnya.

Diketahui film karya Sutradara Jastis Arimba ini sudah tayang di beberapa bioskop Tanah Air sejak 9 Mei 2018 lalu. (leo.ak/viva)

  • 6
    Shares
Topik Berita