Isu Keamanan Dinilai Tak Berpengaruh Besar Terhadap Perolehan Suara di Pilkada 2018

Abadikini.com, JAKARTA – Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menilai isu keamanan (Terorisme) yang sedang hangat di Indonesia beberapa minggu belakangan ini jelang penyelenggaraan Pilkada 2018 tidak berpengaruh besar terhadap perolehan suara.

Pasalnya kata Arya Fernandes, berdasarkan hasil survey  CSIS di wilayah Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan, menunjukkan permasalahan utama yang paling dirasakan oleh masyarakat adalah tingginya harga sembako, kemiskinan, dan terbatasnya lapangan pekerjaan.

Seperti di Sumatera Utara, 27,1% responden menyatakan tingginya harga sembako merupakan permasalahan utama yang dirasakan. Sementara, di Sulawesi Selatan 25,2% juga menganggap harga sembako sebagai permasalahan utama.

Menariknya kata Arya Fernandes, dari delapan indikator permasalahan berdasarkan hasil survey CSIS, isu keamanan sama sekali tidak muncul sebagai permasalahan di masyarakat terkait dengan pemilihan kepala daerah.

Hal itu senada dengan pernyataan Arya Fernandes terkait dengan pengaruh isu keamanan terhadap suara pemilih di Pilkada 2018.

“Isu keamanan tidak punya pengaruh besar terhadap jumlah perolehan suara di Pilkada 2018,” ujar Arya Fernandes di Jakarta, Ahad (13/5/2018).

Selain itu, terkait dengan masalah korupsi Calon Kepala Daerah, Arya mengatakan bahwa masyarakat pemilih di Indonesia merupakan tipikal pemilih yang mudah lupa.

“Terutama karena kasus korupsi Calon Kepala Daerah sudah sangat lama terjadi, dan juga karena aksi kampanye yang dilakukan secara masif oleh calon tersebut,” pungkasnya.

Diketahui juga hari ini Ahad 13 Mei 2018 terjadi teror bom di 3 tempat rumah ibadah di surabaya, yang mana di provinsi Jawa Timur juga sedang berlangsung perhelatan Pilkada Gubernur 2018. (ak.beng)

 

  • 8
    Shares
Topik Berita

Baca Juga