Cerita Perang Dunia II, Militer AS Gunakan Korps Anjing sebagai Pembawa Pesan

Abadikini.com, WASHINGTON – Jutaan ekor anjing dikerahkan selama Perang Dunia I guna membawa pesan ke barak-barak tentara di kedua pihak yang terlibat. Hewan mamalia itu juga dilibatkan guna memberikan kenyamanan psikologis kepada para tentara karena Perang Dunia I begitu menguras emosi.

Seekor anjing asal Jerman bernama Rin Tin Tin menjadi terkenal setelah ditemukan terlantar di Prancis pada 1918. Rin Tin Tin dibawa ke Amerika Serikat (AS) dan memulai debutnya dalam film 1922. Rin Tin Tin sedikit banyak berkontribusi pada penyebaran anjing ras Jerman di Negeri Paman Sam.

AS sebenarnya sudah meninggalkan pelatihan anjing untuk kepentingan perang sejak berakhirnya Perang Dunia I. Ketika AS sekali lagi terlibat pada Perang Dunia II sejak Desember 1941, Asosiasi Pecinta Anjing Amerika dan kelompok Dogs for Defense mulai menggerakkan para pemilik untuk menyumbangkan hewan peliharaannya yang sehat untuk bergabung dengan korps tentara.

Melansir dari History, Selasa (13/3/2018), Korps Quartemster (QMC) militer AS pun mulai melatih anjing-anjing sumbangan itu sejak 13 Maret 1942. Hewan yang sering disebut sahabat manusia itu dilatih untuk mengikuti Program Anjing Perang atau korps K-9.

QMC ditugaskan untuk melatih anjing-anjing yang akan disebar ke Angkatan Laut, Marinir, dan juga Coast Guard. Awalnya, korps K-9 menerima sekira 30 ras anjing, tetapi daftar itu kemudian dikecilkan menjadi hanya tujuh, yakni German Shepherd, Belgian Sheep, Doberman Pinscher, Colly, Siberian Husky, Malumute, dan Eskimo.

Anggota korps K-9 itu dilatih selama 8-12 pekan. Setelah pelatihan dasar kepatuhan, anjing-anjing itu mulai dilatih keterampilan khusus untuk mengabdi sebagai anjing penjaga, anjing patroli, pengirim pesan, atau pendeteksi ranjau. Selama berada di medan perang, anjing penjaga terbukti sangat penting untuk mengingatkan adanya musuh guna mencegah serangan mendadak.

Chips, seekor anjing ras German Shepherd, ditabalkan sebagai pahlawan Perang Dunia II dari korps K-9. Hewan yang mengabdi sebagai anjing penjaga di Divisi Infanteri Ketiga itu melepaskan diri dari pengasuhnya dan menyerang sebuah basis pertahanan pasukan senapan serbu di Italia.

Upaya Chips itu membuahkan hasil dengan menyerahnya seluruh pasukan tersebut. Chips diberikan penghargaan berupa Bintang Perak dan Hati Berwarna Ungu. Namun, kedua penghargaan itu akhirnya dicabut atas kebijakan militer AS yang mencegah segala bentuk penghargaan kepada hewan. (arkan.ak/okz)

  • 4
    Shares
Topik Berita