Akankah Partai Bulan Bintang panen suara di pemilu 2019?

Oleh : Dani Fahlevi
Syarikat Alumni ITB (SA-ITB)

Keputusan KPU RI yg tidak meloloskan Partai Bulan Bintang ke pemilu 2019 berakhir klimaks, setelah beberapa minggu sidang di Bawaslu RI secara marathon akhirnya Bawaslu memutuskan KPU RI harus membatalkan keputusan awalnya yg tdk meloloskan PBB ke pemilu 2019.

PBB yg di nakhodai oleh prof yusril ihza mahendra pun akhirnya bisa bernafas lega setelah diberikan no urut 19 utk bertarung pada Pemilu 2019 dlm rapat pleno akhir di kantor KPU RI hari selasa, 6 Maret 2018.

Namun, apa hikmah dibalik proses yg cukup menguras energi pimpinan PBB Prof Yusril IM dan jajarannya, serta didukung penuh kader simpatisan dari Aceh sampai Papua tersebut? Tidak lain adalah besarnya perhatian dr masyarakat umum, LSM dan ormas-ormas islam lainnya, secara nyata dibuktikan dgn aksi damai di KPU dua hari menjelang keputusan akhir sidang gugatan PBB kepada KPU RI di Bawaslu, maupun perhatian netizen di dunia maya/media sosial yg membuat PBB selalu menjadi trending topik selama masa persidangan sampai dgn hari ini.

Beberapa pengamat politik memberikan prediksi PBB akan memperoleh suara yg signifikan di pemilu 2019 dan akan lolos PT (parliamentary threshold) yg telah ditetapkan sebesar 4% sesuai UU pemilu no 7 tahun 2017 dengan mulus, dan tidak menutup kemungkinan akan menembus masuk kedalam lima besar perolehan jumlah suara.

Hal ini secara tdk langsung juga dipengaruhi oleh permasalahan yg dialami partai-partai islam lainnya yaitu: PPP yg sebelumnya mengalamai keretakan internal antara kubu Djan Faridz dan kubu Romahamurmuziy (Romi), kubu Romi diputuskan MA yang sah dan melaju ke pemilu 2019. Perkembangan terbaru di PKS terjadi pelaporan ketua umumnya sohibul iman kepada Kepolisian RI Polda Metro Jaya oleh wakil ketua DPR fahri hamzah.

Di tengah trend aspirasi masyarakat umat muslim Indonesia yg sedang gencar mengkampanyekan pilihan suara dan aspirasinya kepada partai2 oposisi pemerintah terutama kepada partai islam.

Momentum ini sekaligus juga dapat dimanfaatkan PBB untuk menjadikan dirinya sbg partai umat islam yang saat ini sedang mencari pelabuhan aspirasi politiknya setelah berupaya membangun persatuan umat sejak aksi bela islam 212 untuk disalurkan dalam pemilu 2019. Disinilah PBB diperkirakan akan mendapat limpahan suara pemilih muslim di pemilu 2019.

Tinggal bagaimana PBB beserta kader dan simpatisan bisa memunculkan caleg-caleg terbaik yg bisa menjadi solusi bagi permasalahan masyarakat Indonesia khususnya umat muslim. Hal ini juga harus didukung tingkat kesolidan internal PBB dalam menghadapi berbagai isu politik yg akan muncul ke depannya.

Bisakah PBB? Wallahualam..

  • 340
    Shares
Topik Berita

Baca Juga