Jelang Hari Pencoblosan, Berikut Ini Peta Politik Pilkada Jatim, Jabar, dan Jateng

Abadikini.com, JAKARTA – Ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada Serentak) 2018 di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah kini sudah di depan mata. Namun, panasnya pertarungan politik di tiga provinsi dengan jumlah penduduk terpadat di Indonesia ini tertutup dengan pelaksanaan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah.

Padahal telah kita ketahui bersama, pada tanggal 27 Juni 2018 ini sudah dilaksanakan pemungutan dan penghitungan surat suara di TPS. Dan 28 Juni–9 Juli 2018 merupakan masa rekapitulasi hasil penghitungan suara oleh KPU.

Melihat hal itu, Pengamat Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menyatakan sejauh ini pelaksanaan pesta demokrasi di tiga provinsi yang cukup menarik perhatian masyarakat itu dinilai berjalan dengan kondusif dan aman.

“Tapi sejauh ini dari tiga daerah itu, tidak ada bentrokan atau kisruh yang prihatinkan mudah-mudahan aman terus,” kata Hendri di Jakarta, Senin (11/6/2018).

Untuk Pilkada Jatim, Hendri memprediksi pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarnoputri masih terus salip menyalip dalam hal peningkatan elektabilitas.

Menurut Hendri, selain pesona calon gubernur, sosok calon wakil gubernur di Pilkada Jatim menjadi kunci penting kemenangan dua pasangan tersebut. Mengingat, dari hasil survei KedaiKOPI, dua kandidat itu masih terus bersaing ketat.

“Kalau di Jatim ini memang agak unik baik Gus Ipul maupun Khofifah ini saling unggul tapi belum bisa melampaui batas Margin of Eror,” ucap Hendri.

Sementara di Jateng, elektabilitas pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin masih unggul dari lawannya Sudirman Said-Ida Fauziyah. Dari hasil beberapa survei, Ganjar selalu menang dalam pilkada Jateng.

Kendati begitu, elektabilitas Ganjar Pranowo cukup terpengaruh dengan adanya desas-desus mengenai keterlibatan Politikus PDIP di kasus korupsi e-KTP. Menurut Hendri, sebagian masyarakat di Jateng melihat isu tersebut.

“Sementara Jateng ini memang Sudirman Said belum bisa lampaui Ganjar tapi bayang-bayang kasus e-KTP yang menerpa Ganjar bisa jadi kartu mati,” ucap Hendri.

Kemudian untuk Pilkada Jabar yang diikuti oleh Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan dan Sudrajat-Ahmad Syaikhu juga dinilai masih memanas.

Namun, sampai saat ini, pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, disebut masih unggul dibandingkan lawan-lawan politik lainnya di tanah sunda. Tetapi, segala kemungkinan masih bisa terjadi sampai saat hari pemilihan.

Menurut Hendri, Pilkada Jabar merupakan salah satu pesta demokrasi yang terpanas. Mengingat, banyaknya terpaan isu negatif dibalik proses politik lima tahunan tersebut.

“Pilkada Jabar merupakan salah satu yang paling banyak bertebaran isu-isu negatif yang saling menyerang pasangan satu sama lainnya,” tutup Hendri. (ak.okz)

  • 6
    Shares
Topik Berita

Baca Juga