Maraknya Paham Radikal, Kepala BNPT Sampaikan Ini

Abadikini.com, JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar mengingatkan maraknya paham radikal di ruang digital. Ia berharap kerjasama antar stakeholder dalam pencegahan terorisme dengan berbasis penerapan nilai kearifan lokal.

Boy Rafli sampaikan hal itu saat membuka acara Rapat Kerja Nasional Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Ke-VIII Tahun 2021 dengan tema “Kolaborasi untuk Indonesia” pada Selasa malam (2/3/2021) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Boy mengharapkan kolaborasi antar stakeholder dalam mensinergikan upaya pencegahan terorisme di daerah dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat dan pemerintah berbasis penerapan nilai kearifan lokal, sangat diperlukan BNPT untuk menanggulangi ancaman terorisme, demi terciptanya Indonesia yang damai dan sejahtera.

“Nilai-nilai yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa Indonesia bisa menjadi pemicu lahirnya paham radikalisme di tengah masyarakat,” ujar Boy Rafli melalui keterangan tertulisnya, Rabu (3/3/2021).

Untuk itu, kata Boy, pengurus FKPT dapat berperan aktif dalam upaya melakukan pencegahan paham radikalisme yang mengarah kepada terorisme kepada masyarakat setempat.

Bahkan, disarankan agar dalam kepengurusan FKPT dan pada saat melakukan sosialisasi, juga melibatkan tokoh masyarakat setempat, mulai dari unsur pemerintah, tokoh agama, pendidikan, dan tokoh-tokoh lainnya.

“Tentunya untuk tugas FKPT masing-masing provinsi agar melaksanakan program-program yang telah tersusun dan mengidentifikasi permasalahan dengan baik meski di tengah keterbatasan dan kendala akibat pandemi Covid-19,” imbuh Boy.

Boy mengingatkan kepada para Pengurus FKPT terkait maraknya paham radikalisasi melalui ruang digital di masa pandemi seperti saat ini.

“Masyarakat yang dituntut untuk beraktivitas secara daring berpotensi besar terpapar propaganda radikal terorisme,” ucapnya.

Boy menerangkan bahwa propaganda radikal tersebut dapat dikalahkan dengan mengisi dunia maya dengan konten-konten positif, yang sarat akan nilai toleransi dan perdamaian.

Dengan total peserta sebanyak 192 orang, Rakernas FKPT Ke-VIII Tahun 2021 tetap dilaksanakan dengan mematuhi prokotol kesehatan dengan mekanisme pembagian Pengurus FKPT yang hadir secara offline dan online.

Sebelum dibukanya acara RAKERNAS FKPT Ke-VIII Tahun 2021, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Moch. Chairil Anwar, menyampaikan laporan kinerja FKPT Tahun 2020 di hadapan Kepala BNPT dan seluruh peserta Rakernas.

“Perlu saya sampaikan bahwa FKPT dalam keterlibatannya mencegah paham radikal terorisme di daerah sangatlah penting, memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya penyebaran ideologi radikalisme dan terorisme,” pungkasnya.

Baca Juga

Back to top button