Tempat Mernarik Dikunjungi di Raja Ampat

Abadikini.com, JAKARTA – Salah satu tempat wisata di Indonesia yang terkenal dengan keindahan alamnya adalah Raja Ampat. Raja Ampat yang terletak di Papua Barat itu memiliki banyak pilihan tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Waktu yang tepat untuk berwisata ke Raja Ampat adalah Oktober sampai Mei. Karena waktu itu laut mulai tenang, cuaca bagus. High season kami di akhir tahun. Lautnya teduh, pemandangan bagus.
Berenang bersama ikan hiu di Raja Ampat / Saleh
Beberapa tempat di Raja Ampat yang sering dikunjungi wisatawan adalah:

1. Piaynemo 

Puncak Piaynemo terkenal sebagai tempat berfoto karena menawarkan panorama menghadap laut. Wisatawan bisa melihat beberapa pulau kecil di sekitar yang membentuk laguna dengan gradasi warna unik. Saat tiba, wisatawan akan disambut langsung oleh masyarakat lokal yang menjual es kelapa.

Para pedagang tersebut berasal dari tiga desa di dekatnya, yaitu Desa Saupapir, Desa Pam, dan Desa Saukabu. Lebih kurang sebanyak 320 anak tangga harus dilewati sebelum mencapai puncak Piaynemo. Waktu tempuh sekitar 20 menit. Sepanjang perjalanan, kamu bisa istirahat sejenak sembari menikmati alam di beberapa tempat yang sudah disediakan.

2. Telaga Bintang

Ciri khas dari Telaga Bintang adalah lokasi beberapa pulau kecil di dekatnya yang menciptakan sebuah laguna berbentuk bintang. Kamu bisa lihat pemandangan tersebut dari puncaknya. Bahkan jika air sedang surut, kamu bisa lihat beberapa koral yang menghiasi pasir putih. Jika beruntung, Ranny menuturkan wisatawan bisa melihat penyu atau bayi hiu yang sedang berenang.

Dari Piaynemo ke Telaga Bintang membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Lansia disarankan tidak ke sini karena tidak ada tangga kayu. Karang dijadikan pijakan untuk mencapai Telaga Bintang. Tidak boleh pakai sendal. Untuk menuju puncak, wisatawan akan dibatasi hanya 10 orang saja dalam satu waktu. Saat sampai di atas, waktu hanya dibatasi lebih kurang 30 menit. Apabila Telaga Bintang sedang ramai, waktu untuk melihat pemandangan di puncak hanya 15 menit agar wisatawan lain bisa melihat pemandangan dari sana.

3. Selain Piaynemo,

Wayag juga kerap dikunjungi wisatawan saat ke Raja Ampat. Pemandangan yang ditawarkan pun tidak kalah indahnya. Uniknya, laguna di Wayag itu dijadikan tempat nursing ikan pari Manta. Di sini tidak boleh pakai jet ski, speed boat tidak boleh kencang karena akan menakuti baby manta. Hormatilah yang punya tempat. Tidak hanya ikan pari manta, kamu juga bisa lihat beberapa penyu yang sedang berenang dari puncak Wayag. Jika menghadap ke arah barat, Pulau Gebe di Maluku Utara juga akan terlihat.

Kendati demikian, keindahan Wayag dan sekitarnya tidak bisa dinikmati oleh semua orang. Para pengunjung yang berpenyakit jantung dilarang berkunjung ke Wayang. Sebab untuk naik ke puncaknya, wisatawan harus melewati bebatuan karena tidak ada tangga kayu. Kalau terjadi apa-apa bukan tanggung jawab kami. Terkadang saking senangnya, orang lupa kalau mereka dehidrasi, dan lain-lain. Sebaiknya jangan memaksakan diri.

4. Manta Point.
Misool Spot ini merupakan salah satu spot menyelam di Misool. Arusnya cukup besar, namun terdapat beberapa bebatuan yang membentuk bukit untuk dijadikan pijakan. Ranny menuturkan bahwa ikan pari manta sering terlihat berenang di sekitar bebatuan tersebut. “Menyelam tidak boleh lebih dari dua jam, bahkan kalau bisa kurang dari satu jam. Harus gantian agar di satu spot tidak banyak orang, nanti ikannya malah tidak ada.

Di Manta Point terdapat pos penjaga. Sebelum menyelam, wisatawan harus melapor untuk mengetahui jadwal menyelam. Jika ada waktu kosong dan kuota menyelam per hari masih ada, maka wisatawan tersebut bisa menyelam. Jika tidak, wisatawan harus tunggu esok hari.

5. Puncak Harfat
Puncak Harfat merupakan salah satu tempat untuk treking di Misool. Sama seperti Piaynemo, ada tangga kayu untuk menuju puncak sehingga aman bagi lansia. Selain menawarkan pemandangan lautan, Puncak Harfat juga memiliki gua yang dihiasi oleh ukiran unik yang terbentuk secara alami.

Subuhanallah, ada lafal Allah di dinding gua yang terjadi secara alami. Nama guanya adalah Gua Keramat karena bagi masyarakat Muslim di Raja Ampat dianggap keramat. Pada saat menjelang bulan puasa, masyarakat setempat menuturkan bahwa terkadang mereka bisa mendengar lantunan salawat dan bunyi rebana dari gua tersebut. Untuk menuju ke Gua Keramat, terdapat beberapa aturan yang perlu ditaati. Di antaranya adalah tidak boleh bicara kotor dan tidak perlu berisik. Di bagian dalam gua ada laguna. Orang-orang bisa masuk ke sana dan berenang. Bisa lihat stalaktit.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button