Usai Catat Rekor, Lautaro Martinez Siap Teror Pertahanan Juventus di Semi Final Coppa Italia

Abadikini.com, JAKARTA – Satu gol ke gawang Benevento kemarin membuat Lautaro Martinez mencetak gol ke-30 nya di Serie A bersama seragam Inter. Ia mampu mengoleksi 30 gol tersebut pada usia 23 tahun, 5 bulan dan 9 hari, sekaligus menjadikan dirinya menjadi pemain termuda ketujuh dalam sejarah La Beneamata yang mempu menorehkan catatan ini, hanya kalah dari Giuseppe Meazza, Mario Corso, Angelillo, Mauro Icardi, Ronaldo dan Sandro Mazzola.

Saat ini Inter dan agennya tengah bekerja membicarakan kontrak baru yang diklaim oleh Calciomercato.com sudah rampung. Lautaro sepakat menandatangani kontrak baru hingga 2024 dengan kenaikan gaji yang akan diumumkan di akhir musim nanti, terutama untuk tetap menjaga kestabilitan klub yang tengah diterjang oleh krisis keuangan akibat pandemi COVID-19.

Torehan yang dicatatakan oleh Lautaro bersama Inter bisa dikatakan sebagai sebuah capaian yang positif secara individu, namun ia perlu untuk mencapai level berikutnya. Ya, selama beberapa waktu terakhir banyak orang yang mengeluhkan soal finishing-nya yang buruk di mana ia melewatkan begitu banyak peluang ‘gol mudah’ di depan gawang. Dari 51 laga terakhir bersama Inter, Lauti hanya mampu mengemas 16 gol, sebuah catatan yang perlu ditingkatkan tentu saja untuk bisa mencapai ke level berikutnya.

Memiliki pelatih yang sangat keras dan menuntut seperti Antonio Conte, kita bisa membayangkan jika tidak akan ada waktu yang terbuang untuk terus membantu penyerang 23 tahun ini bisa mencapai ke level berikutnya, untuk menjadikannya seorang pemain juara. Conte dan Lautaro memiliki hubungan yang sangat baik dan Calciomercato.com menyebut ada pakta tak tertulis yang disepakati keduanya beberapa bulan lalu yakni bersama-sama mencoba terus bekerja dan menjadikan sang pemain menjadi sosok yang lebih baik dari berbagai sudut pandang, hingga menjadikannya pemain kelas dunia yang sangat mungkin diraih mengingat usianya yang masih sangat muda.

“Inter memiliki penyerang yang sangat kuat di skuat mereka yang perlu untuk melewati langkah terakhir untuk bisa mencapai level berikutnya, sebuah perjalanan yang sudah dimulai bersama Antonio Conte.”

Inter Jamu Juventus di Leg Pertama Semi Final Coppa Italia 

Pada pekan ke-18 Serie A Italia Inter berhasil membekap Juventus dua gol tanpa balas dalam derby d’Italia di Stadion San Siro. Masing-masing gol Inter dicetak oleh Arturo Vidal dan Nicolo Barella pada menit ke-12 dan menit ke-52.

Sementara itu di kubu Juventus, Andrea Pirlo merasa optimis mampu menjalankan misi balas dendam atas kekalahan di Serie A usai meraup sejumlah hasil positif dengan empat kali tidak kebobolan.

“Banyak yang kami pelajari dari kekalahan melawan Inter. Itu mengajari kami bahwa ketika kami tidak berkonsentrasi, kami bukan Juventus. Kami beruntung bisa menghadapi Napoli di tiga hari terakhir kemudian dan kami langsung meningkatkan perhatian kami,” kata Pirlo dilansir football-italia.

“Pertandingan biasa dari Inter. Kami sangat mengenal pelatih mereka dan kami siap menghadapi apa yang bisa terjadi. Mereka bertahan dengan sangat baik dan berbahaya dalam serangan balik dan dengan lari ke ruang terbuka, kami harus sangat berhati-hati,” lanjut Pirlo.

Yang menggembirakan, dalam empat laga terakhir itu gawang Juventus tetap clean sheet. Daya gedor pun produktif, bisa mencetak sepuluh gol. “Kami mulai menemukan bentuk kami dan membuat pergerakan lebih otomatis, karena dalam beberapa pertandingan pertama mereka praktis uji coba, karena kami tidak benar-benar memiliki kamp pelatihan pramusim,” papar dia.

Karena itulah, Pirlo tak gentar ketika anak asuhnya kembali bentrok melawan Inter yang dilatih Antonio Conte , sang mentor yang melatihnya di Juve. “Kami (Juventus dan Inter) bertemu lagi. Kami senang, karena tujuan kami adalah memenangkan Coppa Italia. Jadi kami akan mempersiapkannya,” kata Pirlo.

Sementara itu, Inter Milan merasa percaya diri saat menghadapi Juventus nanti. Meski I Nerazzurri sempat ditahan tuan rumah Udinese di liga. Namun, mereka mampu membayarnya dengan kemenangan 2-1 atas AC Milan pada perempat final Coppa Italia, dan pesta 4-0 saat menjamu Benevento di liga.

Yang paling mencolok dari performa Inter belakangan ini adalah mulai percayanya Conte kepada gelandang Christian Eriksen. Playmaker asal Denmark itu masuk di babak kedua saat melawan Milan, dan dia mencetak gol kemenangan lewat tendangan bebas. Conte membalas dengan menghadiahinya posisi starter saat melawan Benevento.

Kondisi ini tentu akan menjadikan laga ini berpotensi sengit. Dari 33 pertemuan terakhir kedua tim, Juve menang 16 laga, kalah delapan kali, dan sembilan laga berakhir imbang.

Perkiraan pemain

Inter: (3-4-1-2): Handanovic; Skriniar, De Vrij, Bastoni; Darmian, Barella, Sensi, Perisic; Eriksen; Lautaro Martinez, Alexis Sanchez
Pelatih: Antonio Conte

Juventus: (4-4-2): Szczesny; Cuadrado, Bonucci, De Ligt, Alex Sandro, McKennie, Rabiot, Ramsey, Chiesa, Morata, Ronaldo
Pelatih: Andrea Pirlo

Lima pertemuan terakhir

18/01/2021 Serie A Italia Inter Milan vs Juventus 2-0
09/03/2020 Serie A Italia Juventus vs Inter Milan 2-0
07/10/2019 Serie A Italia Inter Milan vs Juventus 1-2
28/04/2019 Serie A Italia Inter Milan vs Juventus 1-1
08/12/2018 Serie A Italia Juventus vs Inter Milan 1-0

Baca Juga

Back to top button