Pakai Peci dan Kalungkan Sarung, Rocky Gerung Dikabarkan Mualaf Layaknya Ustadz, Benarkah??

Abadikini.com, JAKARTA – Rocky Gerung tiba-tiba mendadak viral saat memakai peci dan mengalungkan sarung. Atas foto yang beredar di media sosial tersebut mantan dosen Universitas Indonesia (UI) itu dikabarkan telah berpindah agama, benarkah telah mualaf.

Foto itu menjadi perbincangan warganet di media sosial. Sejumlah warganet menyebut Rocky telah pindah agama dan memeluk Islam, bahkan ada juga yang menyebutnya telah menjadi ustadz.

Ustadz Google,” kata salah satu akun pengguna Facebook pada 4 September 2020.

“Apa Mungkin Karena Dibilang Gak Jelas.
Tanpa Ngaji, Tanpa Mondok dan Langsung Mendadak Disebut Ustadz.. Bakal Ambyaaarrr Negeri Tercinta ini Gaeees
Diisi Oleh Athaeis Muallaf Mendadak Ustadz”
demikian komentar akun tersebut.

Namun, benarkah Rocky Gerung telah pindah agama dan menjadi ustadz?

Seperti dikutip Abadikini.com dari ANTARA, Selasa (8/9/2020) foto yang tersebar itu merupakan foto asli. Namun, Rocky tidak berpindah agama atau pun menjadi ustadz.

Mengutip video bertajuk “KAMPUS BESAR OTAK KECIL” yang diunggah akun resmi Rocky Gerung di Youtube, pria berusia 61 tahun itu mengatakan foto yang tersebar itu adalah momen ketika dia memberikan kuliah ilmiah di hadapan para wisudawan UIN Banten.

Rektor UIN Banten Fauzul Iman menawarkan peci dan sarung kepada Rocky Gerung agar dipakai sebelum naik podium dan memberikan kuliah ilmiah.

Rocky mengatakan peci yang dia kenakan adalah simbol budaya banten, begitu pun dengan kain sarung yang dia kalungkan. Menurutnya, itu adalah simbol kebudayaan Badui.

“Etnis Badui yang bikin kain selendang itu. Jadi, terlihat ada situasi multikultural di situ, ada norma akademis karena argumen, ada simbol Islam karena itu kompleks UIN. Saya pakai peci di situ dan ada fasilitas kebudayaan di situ karena wilayah adat Badui, jadi saya pakai di situ,” kara Rocky dalam video yang diunggah pada 2 September 2020.

Dia menyebut UIN Banten adalah kampus yang mengerti arti toleransi, bukan hanya agama melainkan juga toleransi sosial.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button