Basri Salama Caleg Gagal dan Selama Menjabat DPD tidak ada Prestasi

Abadikini.com,TIDORE – M Noval Adam, Ketua Bidang Politik DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangaan (PDIP) Maluku Utara menilai pernyataan Basri Salama selaku bakal calon Wali Kota disalah satu media online yang menyatahkan Kota Tidore dibawah kepemimpinan Capt H Ali Ibrahim-Muhammad Sinen tidak ada kemajuan merupakan sebuah pemikiran dangkal, sesat berpikir dan lupa diri.

“Basri kelihatan ketakutan dan panik melihat kekuatan petahana, segala bicara dia buat seakan Tidore tidak ada kemajuan, padahal diri dia sendiri yang tak maju-maju dan bermimpi di siang bolong menjadi penguasa,” kata Noval lewat keterangannya kepada media, Senin (7/9/2020).

Sebab menurut Noval, Basri sebagai bakal calon wali kota seharusnya menyampaikan ide dan gagasan kepada masyarakat untuk bagaimana memajukan kota Tidore, bukan sebagai provokator.

“Seharusnya sebagai bakal calon Basri memaparkan apa yang menjadi ide dan gagasannya kepada rakyat untuk kemajuan perubahan daerah ini, bukan sebaliknya mengeluarkan pernyataan yang tidak terukur kebenaranya yang dapat menimbulkan pergesekan ditengah masyarakat hanya karna memperdebatkan opini seorang calon yang sangat provokatif ,” tegasnya.

Untuk itu dia mengingatkan kepada Basri, untuk tidak merasa diri hebat dan dibilang Bagus, sebab indikator Bagus bagi Basri apanya? tidak ada.

Selain itu tutur Noval, selama menjabat sebagai anggota DPD-RI apa yang diperbuat Basri untuk kepentingan pembangunan kota Tidore?

“Coba tanya masyarakat di empat Kecamatan pulau Tidore dan empat Kecamatan daratan Oba berapa kali Basri membuat kegiatan Reses bersama warga memperjuangkan kepentingan infastruktur Tidore dihadapan Pemerintah pusat, tidak ada! ” tuturnya.

Noval juga mengiatkan Basri bahwa sesungguhnya dirimu Basri kini tidak laku lagi di Kota Tidore dalam panggung politik. Sebab tegas Noval, sebagian besar masyarakat Tidore tidak lagi menginginkan Basri menjadi Wakilnya apa lagi memimpin daerah ini.

“Fakta ketidaksukaan Masyarakat Tidore terhadap Basri Ini dapat dilihat dari hasil Pileg tahun 2019 lalu, dimana dari 70.111 DPT Tidore Basri Salama hanya mendapat 6.811 suara,dan dinyatakan tidak lolos lagi sebagai anggota Parlemen senayan,” beber Noval.

Jadi terang Noval, sungguh sangat memalukan jika hari ini Basri mengaku maju sebagai kepala daerah lalu mengevaluasi kinerja pemerintahan AMAN yang penuh prestasi.

“Dia ngaur bicara kegagalan sampai lupa kalau dia politisi gagal,” tegas Noval.

Bahkan Noval menyakini kegagalan Basri Salama di Tahun 2019 akan terjadi lagi di Tahun 2020 dan sudah menjadi Karma politik bagi seorang Basri.

Baca Juga

Back to top button