PSBB di Jawa Barat, Ridwan Kamil Terapkan Jam Malam

Abadikini.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihak pemerintah Jabar sudah merencakan pengajuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pihaknya pun telah memberikan arahan kepada wali kota dan bupati terkait dengan permberlakuan jam malam.

Upaya tersebut dilakukan untuk membatasi warga ke luar rumah, serta untuk pencegah adanya kerumunan.

“Merencanakan salah satu PSBB, kami mengarahkan kepada kota/kabupaten segera melakukan upaya perlakuan jam malam,” ujar Ridwan Kamil, dikutip dari YouTube metrotvnews, Selasa (7/4/2020).

“Bagian dari proses mendisiplinkan dan pembatasan sosial berskala besar di wilayah Jawa Barat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan kalau rencana tersebut dibuat dari hasil koordinasi dengan pihak kepolisian wilayah Jawa Barat.

“Sudah disetujui oleh Pak Kapolda yang sudah koordinasi dengan kepolisian,”

Rencana Pengajuan PSBB

Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat akan segera mengajukan penerapan PSBB kepada pemerintah pusat dengan berpegang pada data atau peta persebaran kasus virus corona.

Ia juga sudah menyiapkan argumentasi jika data yang diajukan belum lengkap.

“Jabar akan ambil keputusan berdasarkan data, termasuk PSBB itu akan kita exercise berdasarkan data yang kita terima dari daerah.”

“Kalau datanya tidak lengkap, kita susah melengkapi argumentasi PSBB kepada pemerintah pusat,” ujar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (7/4/2020).

Pihaknya kini menunggu laporan hasil tes masif lewat rapid diagnostic test (RDT) guna melihat peta sebaran dan pola-pola baru.

Ia pun menghimbau kepada daerah untuk segera melaporkan hasil tes masif di masing-masing kabupaten atau kota.

“Saya imbau kepala daerah untuk mengecek ke Dinas Kesehatan masing-masing, melaporkan ke Pemerintah Provinsi Jabar secepatnya.

“Semakin cepat data itu masuk, maka akan semakin mudah kita memetakan covid-19,” tuturnya.

Penerapan PSBB di Jawa Barat nantinya akan memprioritaskan daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta.

“Urusan PSBB, Pemerintah Provinsi Jabar mendahulukan daerah yang nempel Jakarta dulu, karena apapun yang Jakarta lakukan kita harus satu frekuensi.”

“Dalam satu aglomerasi penyebaran itu harus satu keputusan,” imbuhnya.

 

Sumber Berita
Tribunnews
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close