Trending Topik

KPK Gagal Geledah Kantor PDIP, Wasekjen Demokrat: Partai Banteng Bukan Kaleng-Kaleng

Abadikini.com, JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik turut menganggapi keterlibatan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam kasus suap yang menjerat Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Rachland mengatakan, dua hari sebelum KPK melakukan operasi tengkap tangan terhadap Wahyu, Caleg PDIP yang diduga sebagai pemberi suap, Harun Masiku sudah kabur dan hingga kini belum ditangkap.

Rachland juga menanggapi gagalnya penggeledahan yang hendak dilakukan penyelidik KPK di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2020) karena belum mengantongi izin penggeledahan dari Dewan Pengawas KPK.

“Dua hari sebelum OTT, Harun sudah kabur. Penggeledahan diumumkan akan dilakukan minggu depan setelah Dewan Pengawas menyetujui. Penggeledahan digagalkan Satpam,” kata Rachland melalui akun Twitter pribadinya, Selasa (14/1/2020).

Tak hanya itu, Rachland juga berkomentar soal informasi yang mengatakan bahwa sejumlah penyelidik KPK sempat diintrogasi di Komplek Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) di Jalan Tirtayasa Raya Nomor 6 saat hendak mengikuti Harun Masiku dari DPP PDIP ke PTIK. Konon katanya, di kampus tersebut juga ada Sekjen PDIP Hasto Kristyanto.

“Penggerebekan ditangkis di Kampus Ilmu Kepolisian, penyidiknya balik disekap. Partai Banteng bukan kaleng kaleng,” ujar Rachland.

Lebih lanjut, Rachland menyebut bahwa pada Pilkada mendatang, PDIP menargetkan 60 persen kursi Kepala Daerah. Menurut dia, target tersebut terlalu kecil jika diukur dengan kekuatan PDIP di hadapan KPK saat ini.

“Partai Banteng menargetkan perolehan 60% kursi dalam Pilkada mendatang. Ibu Megawati sungguh rendah hati. Padahal perolehan mungkin bisa 95%. Para calon pimpinan daerah mana yang tak mau antre jadi kader, setelah Partai ini unjuk diri sukses memiting KPK?,” tuturnya.

Sumber Berita
akurat
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close