Fahri Hamzah Kaitkan Baju Sasak Jokowi dengan Kekalahan di NTB

Abadikini.com, JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaitkan penggunaan baju adat Sasak Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Sidang Tahunan MPR dengan kekalahan petahana di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Sekarang karena [Jokowi] kalah di NTB,” kata Fahri di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Jumat (16/8).

Diketahui, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul atas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di NTB. Kala itu, Prabowo-Sandiaga meraih 2.011.319 suara sedangkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin meraih 951.242 suara.

Fahri mengingatkan bahwa Jokowi kerap kali menyimbolkan sesuatu terkait busana adat yang dikenakan. Jokowi, kata dia, pernah mengenakan baju adat Bali saat gelaran Kongres PDIP yang digelar di Bali beberapa waktu lalu.

Fahri mengingat, baju adat Bali sengaja dikenakan untuk menyimbolkan Jokowi unggul di Bali pada Pilpres 2019. “Karena waktu itu kan Pak Jokowi di Bali dia bilang pake adat bali karena menang di Bali,” kata Fahri.

“[Sekarang baju adat NTB] jadi balance [menang dan kalah],” kata Fahri menegaskan.

Meski demikian, Fahri tetap mengucapkan terima kasih kepada Jokowi karena mempromosikan baju asal daerah kelahirannya itu.

Diketahui, baju adat sasak yang dikenakan Jokowi itu tampak mentereng berwarna emas. Pakaian adat pria suku Sasak ini disebut dengan Pegon. Pegon yang berbentuk seperti jas ini memiliki akulturasi dan pengaruh dari tradisi Jawa dan jas Eropa. Percampuran dianggap sebagai lambang keagungan dan kesopanan. Sementara itu Wapres JK datang dengan pakaian serba hitam. Ia mengenakan busana tradisional khas Betawi.

Sidang Tahunan MPR RI dihadiri sejumlah tokoh, yakni Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Presiden RI keempat Megawati Soekarnoputri, dan seluruh menteri Kabinet Kerja.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga meminta izin pemindahan ibu kota negara. Jokowi memohon izin kepada seluruh peserta sidang dan rakyat Indonesia memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan.

“Pada kesempatan yang bersejarah ini. Dengan memohon ridho Allah SWT, dengan meminta izin dan dukungan dari Bapak Ibu Anggota Dewan yang terhormat, para sesepuh dan tokoh bangsa terutama dari seluruh rakyat Indonesia, dengan ini saya mohon izin untuk memindahkan ibu kota negara kita ke Pulau Kalimantan,” kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Editor
Selly
Sumber Berita
CNN
Topik Berita

Berita Terkait

Berita Terkait

Close
Back to top button
Close