Ketimbang Prabowo, Jokowi Dianggap Lebih Mewakili Aspirasi Umat Islam

Abadikini.com, JAKARTA – Politik identitas dalam konteks Pemilu Presiden (Pilpres 2019) kian memperlihatkan wujud sebagai mainan kaum elit belaka. Selama ini, Joko Widodo-Ma’aruf Amin dipersepsikan sebagai pengusung Pancasila yang berlawanan dengan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno yang disokong oleh kekuatan yang mengusung ide khilafah dengan misi menjadikan Indonesia sebagai negara berbasis Syariah.

Namun persepsi ini dimentahkan oleh Survei Nasional Indo Barometer yang digelar pada 15-21 Maret 2019. Salah satu indikator menarik yang muncul adalah calon presiden Jokowi dianggap sebagai sosok yang mewakili umat Islam hingga 45 ,5 % dibanding penantangnya, Prabowo Subianto yang hanya mengumpulkan 30 % suara responden  Islam yang terlibat dalam survei ini.

“Jika didistribusikan kepada pilihan pasangan calon, mereka yang menyebut Jokowi  capres yang paling  mewakili aspirasi umat Islam  sebesar 89 %. Sementara bagi para pendukungnya  Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dianggap 92 % pendukugnya merepresentasikan kepentingan kaum Muslim, seperti tertulis dalam Ringkasan Survei Nasional Indo Barometer yang dipresentasikan di Hotel Atlet Century, Jakarta, (2/4/2019).

Tren serupa juga berlaku ketika calon wakil presiden Ma’aruf Amin disandingkan dengan Sandiaga Uno. Bila mantan ketua MUI itu dipersepsikan mewakili kepentingan umat Islam hingga 55,4 %, maka calon wakil presiden pasangan 02 itu hanya mendapatkan 24,8 suara responden dalam riset ini. Jika dua pasangan calon yang diusung ini disandingkan, maka 47,1 % responden mempersepsikan  Joko Widodo-Ma’aruf Amin dibanding Prabowo Subianto -Sandiaga Uno hanya memperoleh  28,2 % suara responden.

Hal ini juga bersesuaian dengan temuan survei untuk indikator yang sama dalam kategori koalisi pengusung pasangan calon.  Meskipun persepsi terhadap partai-partai politik yang mewakili aspirasi umat Islam tetap bertahan, bagi para pemilih yang telah meentukan pilihan, koalisi pendukung Jokowi-Ma’aruf Amin dianggap merepresentasikan suara umat Islam hingga 90,4 % atau sedikit lebih lemah ketimbang koalisi penyokong Prabowo-Sandiaga Uno yang mencapi 93,6 %.

Meskipun begitu, sekitar 50,2 % pendukung pasangan calon Jokowi didukung pemilih yang menginginkan  ajaran dan praktik Islam yang disesuaikan dengan kondisi sosial dan kultural masyarakat Indonesia. Sementara Prabowo Subianto- Sandiaga Uno disokong oleh 44,2 % pendukung yang menginginkan ajaran dan praktik agama Islam serupa dengan di Timur Tengah.

  • 263
    Shares
Editor
Tonny F
Sumber Berita
Law Justice
Topik Berita

Baca Juga