Periksa Saksi Kemah Pemuda, Polisi Jemput Bola

Abadikini.com, JAKARTA – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, terus menyidik kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan penggunaan anggaran kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) beserta organisasi kepemudaan, di Candi Prambanan. Penyidik melakukan jemput bola memeriksa belasan saksi di Yogyakarta.

“Pemanggilan, pemeriksaan tetap berjalan kepada pihak-pihak yang ada kaitannya dengan dana kemah itu. Biasanya kita lebih cepat menjemput bola di wilayah Jogja. Untuk percepatan kita langsung ke Jogja. Banyak ya (saksinya). Sudah belasan,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan, Kamis (14/3/2019).

Dikatakan Adi, saksi-saksi yang diperiksa merupakan panitia atau pihak yang terlibat dalam kegiatan kemah pemuda.

“Semua. Kan setiap panitia, koordinator wilayahnya yang menghadirkan dari beberapa daerah. Beberapa daerah itu akan menyampaikan keterangan berapa peserta yang hadir, kemudian berapa biaya yang dikeluarkan, sehingga nilainya jadi jelas,” ungkapnya.

Diketahui, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, tengah menyelidiki kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan penggunaan anggaran senilai Rp 2 miliar, terkait kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia.

Penyidik telah menaikan status kasus dugaan penyimpangan penggunaan anggaran itu, dari penyelidikan ke tingkat penyidikan berdasarkan hasil gelar perkara dan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebut ada kerugian negara.

Sebelumnya, penyidik telah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangannya terkait kasus ini. Mereka adalah Abdul Latif dari Kemenpora, Ahmad Fanani dari Pemuda Muhammadiyah, Safarudin dari GP Ansor, termasuk mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar.

  • 12
    Shares
Editor
Muhammad Irwan
Sumber Berita
BeritaSatu
Topik Berita

Baca Juga