Pemerintah akan Lakukan Terobosan Kerja Sama dengan Negara Pasifik Selatan

Abadikini.com, JAKARTA – Pemerintah akan menjajal kerja sama ekonomi dengan negara-negara Pasifik Selatan sebagai langkah diplomasi Indonesia. Sebab, selama ini negara-negara di kawasan Pasifik selatan selalu vokal menyuarakan kemerdekaan Papua dari Indonesia di berbagai forum internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sebagai langkah awal, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pemerintah akan memulai kerja sama perdagangan di Pasifik selatan yang berjumlah 14 negara. Meski, ia mengakui bahwa misi perdagangan ke negara-negara tersebut tak selalu berbuah manis, lantaran jumlah penduduknya sedikit.

Dia mencontohkan, di Fiji, jumlah penduduknya hanya berada di kisaran 800 ribu jiwa. Jumlah penduduk di Vanuatu hanya berkisar 270 ribu jiwa, bahkan Nauru yang hanya dihuni 10 ribu penduduk.

“Meski perdagangan mereka kecil, dan pada dasarnya tidak banyak produksinya, tapi kami akan masuk ke sana. Memang ada hubungannya dengan Papua, tapi (diplomasi secara politik) nanti akan diurus oleh Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan,” ujar Enggartiasto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (4/5/2018).

Ia melanjutkan, kerja sama dagang ini memang sedikit ‘menyimpang’ dari prioritas perdagangan Indonesia yang menyasar negara berpopulasi besar. Meski demikian, ini merupakan salah satu penetrasi Indonesia untuk ekspansi ekspor di negara-negara nontradisional.

Senada, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani mengatakan kerja sama ekonomi dengan negara-negara Pasifik selatan dimaksudkan agar Indonesia mendapatkan dukungan diplomasi dalam hal Papua Barat.

Maka itu, Kadin Indonesia akan lebih fokus kerja sama ekonomi dengan Nauru, yakni sebagai negara yang paling vokal menyuarakan kemerdekaan Provinsi Papua.

Adapun, kerja sama dengan Nauru telah dilakukan dengan mengirimkan 50 kilogram (kg) bibit rumput laut yang dikembangkan antara Kementerian Pertanian dan Perikanan Nauru bersama Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ALI). Tak hanya itu, Kadin juga telah bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nauru bernama Eigigu Holding Corporation di bidang ritel.

Setelah Nauru, Kadin juga akan menjajaki kerja sama dengan Federasi Mikronesia dan negara-negara Pasifik selatan lainnya.

“Kalau dilihat dari potensinya, dari angka perdagangan memang belum signifikan. Tapi kami buka pasar baru dan rapatkan dukungan agar mereka tidak against terhadap Indonesia, terutama soal Papua,” imbuh dia. (bob.ak/cnn)

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button