KPI Kecolongan Terhadap Pengawasan LGBT dan Penghinaan Negara, DPR Kritik Keras

Abadikini.com, JAKARTA – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kecelongan atas bermunculnya program acara televisi yang dinilai tidak mencerminkan jati diri bangsa. Diantaranya penayangan perilaku banci dan penghinanaan terhadap negara, menanggapi hal itu anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS Sukamta melakukan kritik keras.

“Salah seorang public figure sebetulnya sudah berhenti dari penampilan kebanci-bancian di televisi yaitu laki-laki dengan mengenakan atribut perempuan, setelah mendapat teguran keras dari KPI periode lalu. Tapi belakangan ini melalui akun medsosnya, dia menyatakan sudah siap tampil lagi dengan acara yang serupa di televisi. Ada apa dengan KPI yang sekarang? Sepertinya KPI lebih longgar dalam mengawasi penampilan tayangan yang menyerupai LGBT ini,” kata dia pada saat Rapat Dengar Pemdapat (RDP), ditulis Rabu (31/1/2018).

Selain itu, Sukamta juga menyoroti kasus tayangan di sebuah televisi swasta yang menampilkan adegan game seseorang berseragam TNI memakan roti dengan tali yang diikatkan ke kaki para artis.

“Itu jelas pelecehan terhadap institusi negara! Sangat menyedihkan. Memang yang bersangkutan sudah meminta maaf, tapi di mana peran KPI dalam hal ini?” Tanya dia.

Politisi PKS itu meminta KPI untuk bertindak tegas menjalankan peranannya dalam pengawasan terhadap pelanggaran yang marak terjadi.

“KPI ada untuk mengawal hal-hal seperti ini agar para pelaku jera serta memberi peringatan bagi yang lain agar tidak mengulangi kejadian serupa. Acara-acara seperti ini tidak ada unsur pendidikan atau pun kebudayaan. Lebih condong pada eksploitasi dan bahan olok-olokan semata,” pungkas dia. (selly.ak/aktual)

Baca Juga

Back to top button