Guru Dipolisikan Muridnya, Kahmi di Wajo Kecam Tindakan Tersebut

abadikini.com, WAJO – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Wajo turut bergerak membantu Mala Yanti, guru SMAN 3 Wajo yang dipolisikan oleh siswinya berinisial DAB.

Sekretaris Umum KAHMI Wajo, Muh Nur, mengatakan, peringatan hari guru nasional baru saja dilewati, namun kembali tercoreng oleh perilaku seorang pelajar di Kabupaten Wajo.

“Hanya karena ditegur menggunakan HP saat kegiatan sekolah berlangsung, lantas melaporkan gurunya. Ini sangat kita sayangkan, karena kita tahu bahwa guru adalah seorang pendidik,” ucapnya, Kamis (30/11/17).

Nur menambahkan, orang tua siswi bersangkutan seharusnya memberikan pengertian atau pemahaman kepada anaknya. Bukan malah ikut melaporkan ke polisi.

“Kejadian tini membuat kesal beberapa lembaga dan organisasi, termasuk KAHMI Kabupaten Wajo. Maka dari itu kita akan menggalang dukungan untuk Mala Yanti,” imbuh Nur.

Mala Yanti adalah guru mata pelajaran Bahasa Inggris SMAN 3 Wajo. Saat ada seminar kewirausahaan di sekolahnya, Senin (06/11/2017) lalu, dia menegur DAB yang bermain ponsel di pojok.

Karena tidak memperhatikan teguran tersebut, Mala terpaksa menghampiri siswi kelas satu itu, kemudian mencubitnya sebanyak dua kali di bagian lengan, serta menepuknya sekali.

“Saya sebagai guru mencubitnya untuk mendidik. Apalagi, siswi bersangkutan menggunakan handphone, pada saat kegiatan sekolah berlangsung. Dan memang sekolah melarang murid membawa HP,” jelasnya.

Namun, ia tak menyangka niatnya untuk mendidik, malah berurusan dengan kepolisian. Karena orangtua siswi itu tidak menerima dicubit di hadapan teman-temannya. (ak/fajar)

Back to top button