Kemerdekaan Catalonia Tidak Diakui Uni Eropa

abadikini.com, LUXEMBOURG – Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan dia tidak mendukung deklarasi kemerdekaan Catalonia karena khawatir daerah lain akan mengikuti jalan serupa.

“Jika kita membiarkan Catalonia untuk merdeka, orang lain akan melakukan hal yang sama. Saya tidak menginginkan itu,” kata Juncker dalam sebuah pidato di Universitas Luxembourg, seperti yang dilansir Reuters, Jumat  (13/10/ 2017).

Juncker juga memperingatkan itu bisa mengakibatkan jumlah wilayah yang terlalu banyak bagi Uni Eropa untuk memerintah.

Juncker mengatakan sangat khawatir tentang kecenderungan gerakan separatis di Eropa dan telah mendorong Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy untuk memastikan situasi terkendali.

Mengacu pada permintaan Catalonia untuk dimediasi Uni Eropa, Juncker mengatakan Komisi tidak dapat menengahi jika hanya satu pihak yang meminta untuk melakukannya.

Uni Eropa telah mengatakan pihaknya memiliki kepercayaan pada Rajoy untuk menyelesaikan apa yang dilihatnya sebagai masalah internal.

Sebelumnya, Uni Eropa telah menegaskan, jika Catalonia berpisah dari Spanyol, wilayah itu akan berhenti menjadi bagian dari Uni Eropa. Hal ini untuk menjelaskan hanya ada satu dukungan untuk Spanyol.

Spanyol telah mengalami gejolak sejak pemerintah separatis di Catalonia mengadakan referendum kemerdekaan pada 1 Oktober.

Pemungutan suara, yang dinyatakan tidak sah oleh pengadilan tinggi Spanyol, dihadiri sekitar 43 persen pemilih dari 5,3 juta warga pemilik suara.

Hampir 90 persen pemilih mendukung kemerdekaan, yang membuat Presiden Catalonia Carles Puigdemont menandatangani sebuah pernyataan kemerdekaan simbolik pada Selasa pekan lalu.

Pemerintah Spanyol mengultimatum Catalonia untuk membatalkan deklarasi kemerdekaan ini dalam waktu delapan hari sejak penandatanganan dokumen kemerdekaan oleh Puigdemont. (ak/tempo)

Baca Juga

Back to top button