Aksi Dukung HT Dinilai Tidak Memiliki Relevansi dari Semangat Aksi Bela Islam 212

abadikini.com, JAKARTA – Aksi Presidium Alumni 212 mendukung penghentian kasus yang sedang menjerat CEO MNC Grup, Hary Tanoesudibjo (HT) menuai keritikan dari sesama peserta aksi 212. Ketua Aliansi Batam Bersatu yang merupakan alumni 212, Erwin Abu Gaza mengatakan, aksi yang dilakukan oleh Ansfuri Idrus Sambo mengatasnamakan Presidium 212 itu tidak memiliki relevansi dari semangat aksi Bela Islam 212.

“Aksi terkait dengan kriminalisasi politiknya Hary Tanoe, sebetulnya tidak relevan, tidak ada hubungannya aksi 212,” ujar Erwin kepada wartawan, Minggu (16/7/2017).

Erwin menegaskan, seharusnya aksi yang menyangkut Hary Tanoe itu tidak usah dikait-kaitkan dengan menggunakan atribut 212.

“Kita nggak ada urusan dengan Harry Tanoe, kalau mau aksi silakan saja, tapi 212 tidak ada urusan. Sudah selesai dengan urusan Ahok (tentang penistaan agama),” tegasnya.

Baca Juga: Alumni 212 Juga Bela Hary Tanoe di Komnas HAM

Sebelumnya, Ketua Presidium Alumni 212 Ansfuri Idrus Sambo minta maaf kepada sesama alumni 212 karena telah berbeda pandangan. Karena dirinya menggunakan Alumni 212 untuk menuntut agar Komnas HAM untuk menghentikan kasus yang sedang dijalani oleh HT.

“Kami menyampaikan permohonan maaf dalam perbedaan pandangan tersebut. Hal ini kami lakukan bukan dalam rangka pembelaan ataupun dukungan politik kepada HT, tapi hanya semata-mata solidaritas antara anak bangsa yang juga ikut dikriminalisasi oleh rezim penguasa,” kata Ketua Presidium Alumni 212, Ansfuri Idrus Sambo melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Minggu (16/7/2017).

Idrus mengklaim jika pembelaan terhadap HT tidak memiliki kepentingan apa pun. Bahkan, Idrus juga mengaku tidak mengenal, tidak bertemu HT dan tidak pernah berkomunikasi dengan HT.

Idrus juga membantah tudingan yang mengatakan adanya iming-iming tertentu sehingga Presidium Alumni 212 melakukan pembelaan terhadap Ketua Umum Perindo itu.

“Kami tidak pernah mendapat sesuatu apa pun dari pihak mana pun,” ngakunya sambil mengakhiri keteranganya. (beng.ak)

Back to top button