Yusril Bilang Kericuhan Terjadi Karena Jokowi Ingkar Janji

abadikini.com – JAKARTA – Sikap Presiden Joko Widodo yang ingkar janji adalah salah satu pemicu kericuhan kecil yang terjadi di ujung Aksi Bela Islam II, kemarin.

Sebetulnya, kelompok demonstran sejak awal berkomitmen menjalankan aksi dengan damai. Hal itu dikatakan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, kepada abadikini.com. Sabtu, (5/11/2016).

Namun, menurut Yusril, massa dibuat kecewa setelah tahu Jokowi tidak tetap berada di Istana Merdeka dan tidak menerima langsung perwakilan para demonstran.

Padahal sehari sebelumnya, dalam konferensi pers bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di berada Istana Merdeka (Kamis, 3/11/2016), Jokowi berjanji untuk tetap berada di Istana dan bekerja seperti biasa sepanjang Jumat 4 November 2016.

“Janji itu akhirnya buyar karena Presiden pergi ke Cengkareng untuk sesuatu yang tidak begitu penting. Wapres Kalla yang akhirnya menerima wakil demonstran, tak cukup memuaskan,” kata Yusril.

“Akhirnya sebagian pendemo tetap bertahan untuk bertemu Presiden. Namun itu tidak terjadi, padahal rusuh sudah terjadi di beberapa titik wilayah Jakarta. Presiden yang dicitrakan dekat dengan rakyat, di saat genting justru menghindar dari rakyatnya sendiri,” sesalnya.

Terkait janji Wapres Jusuf Kalla bahwa penyelidikan dugaan penistaan agama oleh Basuki Purnama alias Ahok akan diselesaikan selama dua minggu, Yusril menilainya masih terlalu lama.

“Dalam dua minggu berbagai hal tak terduga bisa saja terjadi. Pemerintah harus mempercepat proses ini. Jika tidak ada langkah nyata, demo lebih besar bukan mustahil akan terjadi,” kata yusril

Yusril menegaskan, persoalan agama adalah hal yang sangat sensitif dan tidak bisa dibarter dengan kepentingan politik apapun. Karena meurut dia bisa memecah belah bangsa.

“Persoalan agama itu adalah persoalan sensitif yang dapat memicu pergolakan sosial dan politik di negara kita. Di negara lain mungkin tidak. Persoalan agama tidak bisa dibarter dengan kepentingan politik sesaat jenis apapun, karena dapat berakibat fatal yakni terpecah-belahnya kita sebagai sebuah bangsa”.

Meurut yusril demo besar tidak akan terjadi jika hukum diteggak secara tegas. Namun kelihatannya aparat penegak hukum tak berdaya karena ahok terkesan dilindungi jokowi.

“Demo besar tidak akan terjadi jika sejak awal penegak hukum mengambil langkah hukum yg tegas terhadap Ahok. Namun, aparat seperti tidak berdaya karena Ahok terkesan dilindungi Presiden Jokowi.” tegasnya. (sl.ak)

Baca Juga

Back to top button