Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi

Wisata Alam Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi

abadikini.com — Kareumbi, tempat ini mungkin lebih dikenal oleh orang Bandung daripada orang Garut, padahal kawasan ini taman buru ini sebagian besar masuk kawasan Kabupaten Garut. Gunung yang berada di wilayah Kecamatan Limbangan, Kab. Garut ini memang jauh lebih mudah diakses dari Kabupaten Bandung. Gunung ini juga merupakan perbatasan antara Kabupaten Garut dengan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, sehingga secara administratif memang terletak di tiga kabupaten tersebut.

Hutan yang secara administratif tercatat sebagai daerah Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut ini merupakan satu-satunya hutan dengan status taman buru di Jawa dan Bali. Namun, status sebagai taman buru ini nyatanya bukanlah daya tawar utama tempat ini. Masih belum siapnya keadaan hutan dan juga keberadaan rusa sebagai hewan buruan yang belum mencukupi menjadi penyebabnya.

“Kondisi hutan belum bagus, masih banyak area yang kondisinya buruk hingga perlu direboisasi,” ujar Darmanto selaku wakil direktur sekaligus manajer lapangan TMBKM (Taman Buru Kareumbi Masigit). Ia menambahkan bahwa saat ini, Wanadri selaku pengelola utama tengah berusaha melakukan penangkaran rusa.

Rumah Pohon di Kareumbi

Kandang umbar yang dikelilingi pagar dibangun seluas 8 hektare dalam rangka menangkarkan rusa-rusa tersebut. “Kami berharap para rusa ini berhasil dikembang biakkan sehingga wisata buru bisa segera dibuka secara resmi,” lanjutnya.

Wisata Alam Sebagai Alternatif

Telah berdiri sejak 2009, nyatanya wisata buru yang digadang-gadang belum juga bisa terlaksana. Meski saat ini, kondisi hutan sudah membaik tapi keberadaan rusa sebagai hewan buruan belum memenuhi standar.

Oleh karena itu, Kareumbi saat ini lebih dikenal sebagai sebuah tempat wisata alam alternatif. Para pengunjung bisa menikmati berbagai fasilitas yang disediakan oleh Kareumbi, mulai dari jungle track, berkemah, perkampungan enclave, menyusuri aliran sungai, rumah pohon, hingga outbond.

BACA JUGA   Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama Berlibur di Bali
Jembatan batang pohon di salah satu bagian Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi

Kareumbi memiliki nilai lebih dibanding pesaingnya, yaitu Rancaupas di Ciwidey ataupun Cikole di Lembang. Akses menuju lokasi tidaklah sepadat Lembang atau Ciwidey, lalu sinyal Internet juga akan hilang bila sudah masuk kawasan Kareumbi.

Rumah pohon merupakan salah satu objek terfavorit di sini. Setiap akhir pekan, rumah pohon ini selalu terisi oleh pengunjung. Hanya dengan membayar donasi untuk warga sekitar sebagai penjaga, rumah ini dapat disewa. Lokasi ini menawarkan sensasi menginap di tengah hutan pinus yang asri dan sejuk.

Area ini cukup jauh dari camping ground yang lain, sehingga tidak akan terganggu oleh kebisingan dan semakin bisa menyatu dengan alam. Fasilitas yang diberikan rumah ini juga cukup lengkap seperti matras, sleeping bag, dan kamar mandi. Keberadaan yang cukup terpencil juga dikelilingi oleh sungai kecil yang jernih, akan membuat para pengunjung merasakan pengalaman yang unik.

Jungle track juga menjadi salah satu kegiatan favorit pengunjung. Membelah rimbanya hutan Kareumbi memberikan sensasi tersendiri. Menikmati sejuknya udara pegunungan, tersinari sang surya yang menerobos rindangnya dedaunan dan diiringi kicauan burung membuat pikiran menjadi jernih dan menyatu dengan alam.

Perkampungan enclave mungkin menjadi salah satu keunikan ekowisata yang ditawarkan Kareumbi. Perkampungan enclave merupakan wisata di mana para pengunjung bisa tinggal bersama salah satu keluarga di perkampungan tersebut.

Dalam hal ini, Kareumbi bekerja sama dengan Desa Cigumentong. Para pengunjung bisa merasakan bagaimana rasanya hidup di desa yang berada di tengah hutan, menikmati dinginnya air pegunungan, ikut berkebun bersama warga setempat, mencari bahan makanan di hutan atau kebun lalu memasaknya menggunakan tungku tradisional, dan lain sebagainya. (ded/ak)

Beri Tanggapan Anda?