PKSOP: Prabowo Mulai Ungguli Jokowi dalam Elektabilitas

abadikini.com, JAKARTA – Pusat Kajian Survei Opinik Publik (PKSOP) menggelar survei untuk mengukur potensi beberapa nama pada pilpres 2019. Hasilnya Prabowo Subianto mulai berada diatas Jokowi dalam soal elektabilitas.

“Jika Pilpres diadakan hari ini dari sejumlah tokoh yang diuji dalam survei, nama Joko Widodo akan dipilih sebanyak 27,8 persen, kemudian Prabowo Subianto dipilih sebanyak 30,4 persen, Sri Mulyani 6,1 persen, Gatot Nurmantyo 5,1 persen, Anies Baswedan 4,5 persen, Puan Maharani 4,3 persen, Tito Karnavian 3,3 persen, Muhaimin Iskandar 3,2 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 1,1 persen, Airlangga Hartato 1,9 persen, dan Harry Tanoesudibjo 1,8 persen,” kata Ketua PKSOP, Ziyad Falahi, Senin (20/11/2017) melalui siaran persnya.

“Sementara masyarakat yang mengaku tidak akan memilh sebanyak 10,5 persen,” tambah Ziyad.

Menariknya, ketika responden ditanya soal ketertarikannya mengikuti pesta demokrasi pemilu 2019, jawabannya 20,9 persen responden mengaku tidak tertarik untuk memberikan suaranya saat pencoblosan Pemilu 2019 nanti dan 28,7 persen masih belum menentukan pilihan.

“Sisanya, sebanyak 50,4 akan memberikan suaranya pada Pemilu 2019 nanti,” paparnya.

Ketika ditanyakan Partai mana yang akan dipilih jika Pemilu 2019 digelar hari ini maka jawaban responden mengaku bakal memilih Gerindra 18,9 persen, kemudian PDIP 15,6 persen. Partai Demokrat 7,3 persen, Golkar 6,1 persen, PKB 5,2 persen, Perindro 4.6 persen, PAN 4,2 persen, PKS 3,6 persen, PPP 3.3 persen, Nasdem 3,1persen, Hanura 1,6 persen dan tidak akan memilih 26,5 persen.

Selain capres, pihaknya juga menanyakan sejumlah isu terkait kondisi ekonomi berdasarkan pendapatan responden, dimana sebanyak 49,7 persen berpendapatan dibawah 4 juta rupiah, dan 39,9 berpendapatan diatas 4 juta rupiah ssampai 6 juta serta berpendapatan diatas 6 juta sebanyak 10,4 persen.

Dari hasil temuan survei, responden juga mengaku keadaan Ekonomi Keluarga Masyarakat selama pemerintahan Joko Widodo-JK, sebanyak 69,8 persen mengatakan kondisi ekonomi mereka sangat menurun bahkan ada yang mengaku sampai berhutang.

“Sementara 26,6 persen menyatakan ekonomi keluarga mereka tidak berhutang, namun hampir tidak ada sisa pendapatan yang bisa disisihkan untuk keperluan yang lain, seperti leisure dan tabungan. Dan hanya 3,6 persen masyarakat yang menyatakan ekonomi keluarga mereka meningkat selama 3 tahun,” ujarnya.

Kemudian terkait proyek infrastruktur yang dibangun oleh pemerintahan Joko Widodo, ketika responden dimintakan pendapatnya maka hasil temuan survei sebanyak 89,7 persen mengatakan bahwa infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah Joko Widodo-JK gagal meningkatkan pendapatan masyarakat ditunjukkan dengan pembangunan Jalan tol yang berbayar, pembangkit listrik bertambah tapi tarif dasar listrik justru tambah mahal.

“Dalam temuan survei terkait ketersediaan lapangan kerja era pemerintahan Joko Widodo, sebanyak 78,9 persen responden mengaku sangat sulit mendapatkan kerja, dengan alasan minimnya lapangan pekerjaan serta usaha untuk mencari nafkah,” tukasnya.

Sedangkan dari 38,9 Responden yang berwiraswasta mengatakan bahwa usaha mereka juga semakin menurun. Kemudian soal harga-harga sembako, hampir 81,9 persen responden mengatakan, di bawah kepemimpinan Joko Widodo, sembako sangat mahal.

Sekitar 60 persen diantaranya menyatakan penghasilan habis bahkan tidak cukup untuk membeli sembako. Disisa 2 tahun kepemimpinan Jokowi, masyarakat berharap, pemerintah mampu memberikan perubahan. Karena menurut mereka, dua tahun yang akan datang, keadaan ekonomi keluarga mereka akan semakin sulit.

“Sedangkan sebanyak 28,4 persen menyatakan masih berharap menuju perubahan ekonomi yang lebih baik dalam sisa pemerintahan Joko Widodo-JK. Sementara sebanyak 4,2 persen sangat optimis akan berubah lebih baik disisa pemerintahan Joko Widodo-JK,” tandasnya.

Dalam survei tersebut, PKSOP mengunakan jumlah sample sebanyak 1.421 responden yang sudah menikah dan berumur diatas 17 tahun yang tersebar di 33 Kota Provinsi di seluruh Indonesia.

Penarikan sample mengunakan Metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan survei 95 persen Dan Margin of Error -/+ 2,6 persen. Survei tersebut diadakan mulai 28 Oktober sampai dengan 9 November 2017. (rey.ak/ts)

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker